Breaking News:

Kabar Tokoh

Dedi Mulyadi Bahas Gaya Kepemimpinan Jokowi, Ferdinand: Itu Biasa Saja dan Tidak Spesial

Saat Dedy Mulyadi membahas tentang gaya kepemimpinan Jokowi, Ferdinand Hutahaean anggap itu hal biasa dan tidak spesial

Penulis: Nila Irdayatun Naziha
Editor: Astini Mega Sari
Tribunnews.com/ Rina Ayu
Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, di Kantor DPP Partai Demokrat di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018). 

Diketahui sebelumnya, jika Ferdinand pada 2014 lalu adalah tokoh yang mendukung Jokowi yang saat itu berpasangan dengan Jusuf Kalla.

"Kalau kita lihat di mana-mana, masih banyak itu foto dan orasi Anda, berjuang mati-matian bela Jokowi dan sekarang melakukan hal yang sebaliknya," kata Najwa Shihab sebagai pembawa acara.

Ferdinand, dalam acara tersebut, menjelaskan apa alasan yang akhirnya membuat dirinya tidak lagi mendukung Jokowi pada pemilu 2019 mendatang.

Ferdinand mengaku jika tahun 2014 lalu, dukungan kepada Jokowi dia berikan lantaran menurutnya sesuai dengan ajaran Presiden Soekarno, yakni Trisakti.

"Nah ternyata, setelah pemerintahan ini berjalan dan mulai menang, saya mulai ragu tentang pemahaman Pak Jokowi tentang ajaran Bung Karno ketika beliau menyusun kabinetnya," imbuh Fedinand.

Dari hal tersebut, Ferdinand mengakui jika dirinya ragu dengan langkah yang dilakukan Jokowi karena dianggap tidak sesuai dengan Trisakti ajaran Presiden Soekarno.

Gempa 5,7 SR Guncang Wilayah Lombok, Guncangan Terasa hingga Denpasar Bali

"Saya melihat betul, mencermati betul, bagaimana Pak Jokowi ini kesulitan menyusun kabinetnya karena banyaknya intervensi," katanya.

"Ternyata kedaulatan itu tidak ada disana, itu yang membuat saya semakin ragu dan terus berjalan pemerintahan Pak Jokowi."

"Awal-awal tahun itu pemerintahan semakin jauh dari cita rasa Trisakti yang selalu disampaikan dan akhirnya saya melihat ini semakin melenceng," terangnya.

Ia lantas menegaskan jika saat ini dirinya tidak mempunyai harapan lagi pada Jokowi.

"Saya begini, dalam sebuah situasi seperti ini, tentu saya tidak punya harapan lagi kepada Pak Jokowi," ucapnya.

"Saya harus melabuhkan harapan saya kepada sosok baru. Kalau istilahnya berjudi, saya tidak mungkin meneruskan perjudian yang sudah kalah, saya pindah lagi ke tempat yang baru."

"Pak Jokowi ini kan menurut saya sudah gagal, tidak ada harapan lagi di sana, jadi saya harus berpindah ke harapan yang baru," pungkas Ferdinand.

(TribunWow.com/Nila Irdayatun Naziha)

Tags:
Dedi MulyadiPresiden Joko Widodo (Jokowi)Ferdinand Hutahaean
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved