Kabar Tokoh
Dedi Mulyadi Bahas Gaya Kepemimpinan Jokowi, Ferdinand: Itu Biasa Saja dan Tidak Spesial
Saat Dedy Mulyadi membahas tentang gaya kepemimpinan Jokowi, Ferdinand Hutahaean anggap itu hal biasa dan tidak spesial
Penulis: Nila Irdayatun Naziha
Editor: Astini Mega Sari
"Itu bukan ukuran keberhasilan seorang pemimpin," lanjutnya.
"Keberhasilan seorang pemimpin itu ditandai dengan ketika tidak ada rakyatnya yang mengeluh harga mahal, ketika tidak ada rakyatnya yang mengeluh ini itu segala macem. Tidak ada yang mengeluh ketika sakit ingin berobat, itu ukurannya," imbuh Ferdinand.
Ferdinand justru beranggapan jika ucapan yang dilontarkan oleh Dedi hanya gimmick belaka.
• Ferdinand Menunduk dan Pegang Jidat Dengar Omongan Kapitra Ampera soal Atribut Kelompok Paslon

"Kalau disampaikan hal-hal yang tadi itu gimmick-gimmick semata dan tidak bernilai dari kebangsaan"
Mendengar hal tersebut, Dedi menegaskan jika kepemimpinan tidak hanya dilihat dari hal materialis.
"Yang pertama harus dipahami bahwa kepemimpinan tidak hanya aspek yang bersifat material. Material itu penting, tetapi aspek sosial juga penting," kata Dedi.
Ia kemudian menganalogikan dengan hubungan dalam sebuah rumah tangga.
"Misalnya begini, apakah seorang suami dan istri cukup kasih makan saja tanpa memeluk dalam setiap hari dan menyayanginya? Kan diperlukan dalam sebuah kepemimpinan seperti itu," imbuh Dedi.
Namun menurut Ferdinand, kesejahteraan tetap merupakan hal yang cukup penting.
"Tetapi jauh lebih perlu bagaimana rakyat kita ini, disejahterakan daripada sekedar salaman," tegas Ferdinand memotong pembicaraan DEdi.
• Soal Reuni Akbar 212, Prabowo Subianto: Media Harus Obyektif, Jangan Menipu Rakyat
Belum selesai, Dedi terus membantah pendapat yang dilontarkan oleh Ferdinand.
Menurut Dedi, hal-hal tentang kesejahteraan yang disampaikan oleh Ferdinand tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.
"Tapi bicara masalah rakyat, problem apa yang dihadapi hari ini, berbicara masalah harga mahal, justru yang terjadi hari ini terbalik," terang Dedi.
"Ketika dolar menguat dan rupiah menurun, harga stabil. Ini belum terjadi dalam sejarah indonesia, kan rupiah menguat," katanya.
Tanggapan tersebut dibalas oleh Ferdinand dengan tawa lepas sambil mengatupkan kedua tangannya.
