Reuni Akbar 212
Fahri Hamzah: Kalau Jokowi Hadiri Reuni Akbar 212, Dia Dapat Keuntungan
Fahri Hamzah memberikan tanggapan mengenai Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir atau tidak pada Reuni Akbar 212 di Monas.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Mohamad Yoenus
"Nah kalau lisan karena Prabowo dan Sandi bukan presiden, jadi mudah ditemui dan kami sampaikan langsung kepada Pak Prabowo dan Mas Sandiaga untuk hadir tanggal 2 besok, dan Insya Allah kalau tidak ada hal-hal yang di luar dugaan Insya Allah beliau hadir," jelasnya.

Peserta reuni akbar 212 berkumpul di lapangan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017). (Warta Kota/Anggie Lianda Putri)
• WNA di Bali Bunuh Diri dengan Cara Tembakan di Kepala, Dokter Tak Berani Periksa Kondisinya
Selain itu Ma'arif juga menyebut mengundang pimpinan DPR dan MPR untuk hadir dalam acara tersebut.
"Kami sudah serahkan langsung ke sekretriat," ujarnya.
Harapan hadirnya Jokowi juga diungkapkan Sandiaga Uno, dilansir dari TribunJakarta.com.
Hal itu lantaran Sandiaga mendambakan kembali momen kerukunan yang pernah dipertunjukan oleh Jokowi dan Prabowo.
Momen kerukunan yang dimaksud oleh Sandiga itu yakni saat Prabowo dan Jokowi berpelukan ketika menyaksikan final pencak silat Asian Games 2018.
"Ya kita harapkan tentunya ini jadi ajang silaturahmi, zikir, saling mendoakan dan saya dengar Pak Presiden juga akan hadir dan Pak Prabowo juga akan hadir," kata Sandi di Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (30/11/2018).
• Sekjen PSSI Ratu Tisha Bantah Klaim bahwa Vigit Waluyo Dikenal Banyak Orang di Dunia Sepakbola
"Tentunya ini juga alangkah baiknya mereka juga berpelukan di atas panggung dalam balutan zikir dan berdoa untuk negeri kita, seperti saat pencak silat kemarin," harap Sandi.
Menurut Sandiaga jika momen itu kembali terulang, akan memberikan dampak kepada masyarakat Indonesia.
"Saya mendoakan kalau bisa seperti itu luar biasa dampaknya buat kita."
"Ini benar-benar bukan event politik, bukan acara politik tapi acara yang mengangkat ukhuwah Islamiyah kita dan ukhuwah wathaniyah kita ini kita bangkit. Dan 212 ini sangat damai saya lihat," tutur Sandi.
Penjelasan Panitia 212
Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Ma'arif menuturkan agenda Reuni Akbar 212 bukanlah sebagai ajang politik praktis atau kampanye pasangan calon tertentu, dilansir dari TribunJakarta.com.
"Reuni Mujahid 212 bukanlah sebagai ajang politik praktis atau kampanye Paslon tertentu," kata Slamet di Gedung DDII, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2018).
Ketua Panitia Reuni 212 Bernard Abdul Jabbar pun memastikan Reuni 212 nantinya akan berlangsung tertib.