Pembunuhan Satu Keluarga
9 Fakta Tersangka Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, Sempat ke Klinik hingga Ditemukan Bercak Darah
Tersangka pembunuhan satu keluarga di Bekasi diamankan, ini deretan fakta, dari penangkapan hingga bercak darah.
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Lailatun Niqmah
Pengambilan sampel darah juga dilakukan terhadap HS berikut dengan sampel kuku HS.
Karena pada kuku HS, di temukan bercak hitam yang diduga noda bekas darah.
"Kita juga mengambil kuku daripada seseorang yang diamankan HS. Ada kuku ada noda hitam, diambil itu untuk Labfor akan dicek apa itu darah atau bukan," katanya.
Sebelum sampel pada kuku HS diambil, HS mengatakan kepada petugas bahwa telunjuk tangannya terluka sehingga ada darah di kuku tersebut.
Menurut Argo, tersangka HS mengaku jatuh dan mendapat luka di kukunya.

7. Sempat ke Klinik dan Obati Jarinya yang Terluka
Diberitakan WartaKotaLive.com, HS sempat berobat ke klinik di dekat kosannya di Cikarang di hari saat seluruh keluarga Diperum Nainggolan dibunuh.
"Yang bersangkutan kemudian pada jam 5 pagi berobat ke klinik. Di dekat kos-kosannya disana di Cikarang sekitar 500 meter dari kos untuk obati jari," ujar Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/11/2018).
Ketika ditanya oleh perawat, HS mengaku hanya karena terjatuh. Dirinya tidak menyebutkan bahwa dirinya telah melakukan sesuatu.
"Ditanya perawat mengaku ke perawat jatuh," jelas Argo.
8. Sempat ke Gereja Bersama Korban
Mengutip TribunJakarta, Taufik, warga sekitar tempat kajadian, mengaku sempat melihat keberadaan tersangka kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi, HS di kediaman Diperum Nainggolan pada Minggu (11/11/2018).
Menurutnya, HS dan keluarga Diperum mengenakan pakaian rapih kala itu.
"Waktu itu saya mau beli gas, saya emang udah langganan beli disitu, pas saya mau ke warung itu saya lihat ada HS lagi pakai sepatu, pakaian rapih, kayanya emang mau pergi ibadah bareng satu keluarga," kata Opik, Jumat (16/11/2018).
Saat itu memang Taufik tidak bertanya langsung kepada HS ataupun Diperum hendak mau pergi kemana, namun dari yang ia tahu, setiap minggu keluarga Diperum memang kerap terlihat pergi ibadah pagi ke Gereja.
"Kalau dilihat dari pakaian rapih mah emang biasanya mau ke Gereja, setiap minggu juga sering ibadah kan," jelas dia.
9. Kelola Kontrakan dan Toko Sebelum Dikelola Korban
Selain itu, Taufik juga menuturkan, sebelum keluarga Diperum mengelola toko kelontong, HS ternyata lebih dulu menempati rumah sekaligus toko tersebut.
"Emang baru itu keliatan lagi, dia gak tinggal di sini, tapi pernah tinggal di sini," ungkap Opik.
(TribunWow.com/Ananda Putri Octaviani)