Pembunuhan Satu Keluarga
9 Fakta Tersangka Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, Sempat ke Klinik hingga Ditemukan Bercak Darah
Tersangka pembunuhan satu keluarga di Bekasi diamankan, ini deretan fakta, dari penangkapan hingga bercak darah.
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - HS (30) telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan satu keluarga Diperum Nainggolan di Bekasi, Jawa Barat oleh Tim Penyidik Polda Metro Jaya.
Sebelumnya HS ditangkap tim gabungan kepolisian saat hendak mendaki Gunung Guntur, Kawasan Tarogong Kaler, Garut, Jawa Barat pada Rabu (14/11/2018) malam.
Terkait aksi pembunuhan satu keluarga di Bekasi ini, berikut TribunWow.com rangkum fakta-fakta mengenai tersangka:
1. Berawal dari Penemuan Mobil Korban
Dilansir TribunWow.com dari WartaKotaLive.com, Rabu (14/11/2018), penangkapan HS dilakukan setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara dan menelusuri mobil Nissan X-trail yang bernomor polisi B 1705 UOQ berwarna silver yang hilang dari kediaman Diperum Nainggolan.
Mobil tersebut ditemukan di kontrakan Ameera di Desa Mekar Mukti, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi..
Mobil tersebut adalah milik anggota keluarga korban yang dibawa kabur tersangka pada saat terjadinya pembunuhan.
Seusai melakukan penyidikan dan pemeriksaan, diketahui bahwa orang yang mengendarai mobil tersebut seorang pria bernama HS (30).
"Setelah kita dalami dan penyelidikan berkaitan dengan mobil itu bisa berada di kos-kosan berasal dari penyelidikan manual tim yang di sana.
Kita mendapatkan kendaraan itu ternyata dibawa oleh saudara berinisial HS, kemudian HS ini kita cari, kita lidik keberadaannya di mana," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kamis (15/11/2018).
2. Skenario Pihak Kepolisian
Mengutip WartaKotaLive.com, begitu mobil ditemukan, pihak kepolisian langsung meminta kepada Alif Baihaqi (28), anak pemilik rumah kos tempat mobil ditemukan, untuk memancing pelaku agar datang ke rumah kos itu dengan alasan meminta pelaku melunasi kekurangan pembayaran kos.
HS diketahui meninggalkan mobilnya di rumah kos usai melakukan pembayaran uang muka untuk menyewa kos sebesar Rp 400.000 dari biaya kontrakan Rp 900.000.
Pihak kepolisian kala itu juga sempat menyamar dan diam-diam menunggu pelaku kembali ke rumah kos.
Ada juga yang bersembunyi di dalam kamar yang dipesan HS.
"Ikuti arahan polisi, kami pancing terduga pelaku karena kami pegang nomor teleponnya. Kami telpon dan SMS agar segera melunasi kekurangannya. HS itu balas nantinya ditransfer via m-banking dan dia minta nomor rekening kami," jelasnya.
"Nah dari situ polisi langsung melacak keberadaan HS. Informasi ada di Bandung, lalu ketangkap di Garut atau Tasikmalaya infonya si begitu," katanya.

3. Ditangkap di Kaki Gunung Guntur
Dari hasil pelacakan, pelaku HS ditemukan berada di Garut, tepatnya di kawasan Kaki Gunung Guntur, Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (14/11/2018) malam, sekitar pukul 22.00 WIB
"Dia berada di satu rumah atau saung. Dia di sana mengaku hendak naik gunung. Kita geledah dan ditemukan kunci mobil, HP dan uang Rp 4 juta," jelas Argo.
Polisi lalu menggelandang HS ke Mapolda Metro Jaya untuk didalami kasusnya.
"Kita tarik ke Polda, penanganan kita ambil. Tapi tetap Bekasi Kota bekerja," ujar Argo.
4. Sempat Mengelak Sebelum Akhirnya Mengaku
Seusai ditangkap, HS sempat mengelak dengan membuat alibi.
"Yang bersangkutan masih mengelak, tetapi kami akan terus dalami," kata Argo.
Namun akhirnya, HS sendiri mengakui bahwa dirinya yang membunuh Diperum Nainggolan dan keluarga.
Atas hal itu, HS pun telah ditetapkan jadi tersangka.
"Ya, HS akhirinya mengakui yang membunuhnya (Diperum sekeluarga)," jelas Argo.
5. Membuang Barang Bukti
Dilansir dari TribunJakarta.com, HS diketahui membunuh Diperum Nainggolan dan istrinya, Maya Boru Ambarita, menggunakan sebuah linggis.
Namun linggis itu dibuang oleh dirinya untuk menghilangkan jejak.
Linggis tersebut dibuang HS di kawasan Kalimalang.
"Ya HS membuang linggis tersebut," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, saat dikonfirmasi, Jumat (16/11/2018).
Sedangkan kedua anak Diperum Nainggolan dan Maya Boru Ambarita dibunuh dengan cara dibekap oleh HS.
Sarah dan Arya Nainggolan dibekap oleh HS hingga tewas.

6. Ditemukan Bercak Darah
Sementara itu, dari penggeledahan di kamar kosan, ditemukan celana panjang hitam milik HS yang terdapat bercak darah.
Polisi lalu menyita untuk dilakukan pemeriksaan.
"Di kamarnya ditemukan celana warna hitam panjang yang ada darahnya. Ini semua sudah kita ambil darahnya sebagai sampel," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/11/2018).
Selain itu polisi menemukan sejumlah bercak darah di mobil X-trail yang ditemukan.
"Tadi pagi kita sudah melakukan olah TKP di mobil, ternyata kita temukan ponsel korban dua buah ada di situ, ada darahnya di ponsel tersebut," ungkap Argo.
Ponsel tersebut bakal dilakukan pemeriksaan oleh petugas Laboratorium Forensik Puslabfor Polri.
Darah yang ditemukan lalu diperiksa oleh Puslabfor.
Selain di ponsel milik korban, bercak darah juga ditemukan di gagang pintu mobil.
"Kemudian di karpet bawah sopir juga ada darah, kita ambil juga, lalu di pedal gas ada darah. Itu juga kita ambil semuanya. Kemudian juga ada di seatbelt ada darah, kita ambil," jelas Argo.
Pengambilan sampel darah juga dilakukan terhadap HS berikut dengan sampel kuku HS.
Karena pada kuku HS, di temukan bercak hitam yang diduga noda bekas darah.
"Kita juga mengambil kuku daripada seseorang yang diamankan HS. Ada kuku ada noda hitam, diambil itu untuk Labfor akan dicek apa itu darah atau bukan," katanya.
Sebelum sampel pada kuku HS diambil, HS mengatakan kepada petugas bahwa telunjuk tangannya terluka sehingga ada darah di kuku tersebut.
Menurut Argo, tersangka HS mengaku jatuh dan mendapat luka di kukunya.

7. Sempat ke Klinik dan Obati Jarinya yang Terluka
Diberitakan WartaKotaLive.com, HS sempat berobat ke klinik di dekat kosannya di Cikarang di hari saat seluruh keluarga Diperum Nainggolan dibunuh.
"Yang bersangkutan kemudian pada jam 5 pagi berobat ke klinik. Di dekat kos-kosannya disana di Cikarang sekitar 500 meter dari kos untuk obati jari," ujar Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/11/2018).
Ketika ditanya oleh perawat, HS mengaku hanya karena terjatuh. Dirinya tidak menyebutkan bahwa dirinya telah melakukan sesuatu.
"Ditanya perawat mengaku ke perawat jatuh," jelas Argo.
8. Sempat ke Gereja Bersama Korban
Mengutip TribunJakarta, Taufik, warga sekitar tempat kajadian, mengaku sempat melihat keberadaan tersangka kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi, HS di kediaman Diperum Nainggolan pada Minggu (11/11/2018).
Menurutnya, HS dan keluarga Diperum mengenakan pakaian rapih kala itu.
"Waktu itu saya mau beli gas, saya emang udah langganan beli disitu, pas saya mau ke warung itu saya lihat ada HS lagi pakai sepatu, pakaian rapih, kayanya emang mau pergi ibadah bareng satu keluarga," kata Opik, Jumat (16/11/2018).
Saat itu memang Taufik tidak bertanya langsung kepada HS ataupun Diperum hendak mau pergi kemana, namun dari yang ia tahu, setiap minggu keluarga Diperum memang kerap terlihat pergi ibadah pagi ke Gereja.
"Kalau dilihat dari pakaian rapih mah emang biasanya mau ke Gereja, setiap minggu juga sering ibadah kan," jelas dia.
9. Kelola Kontrakan dan Toko Sebelum Dikelola Korban
Selain itu, Taufik juga menuturkan, sebelum keluarga Diperum mengelola toko kelontong, HS ternyata lebih dulu menempati rumah sekaligus toko tersebut.
"Emang baru itu keliatan lagi, dia gak tinggal di sini, tapi pernah tinggal di sini," ungkap Opik.
(TribunWow.com/Ananda Putri Octaviani)