Pesawat Lion Air Jatuh
KNKT Berhasil Unduh 69 Jam Penerbangan Lion Air PK-LQP sebelum Dinyatakan Hilang Kontak
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berhasil mengunduh data Flight Data Recorder (FDR) dari pesawat Lion Air JT 610 PK-LQP.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berhasil mengunduh data Flight Data Recorder (FDR) dari pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 (Jakarta-Pangkalpinang) yang jatuh di perairan Karawang, Senin (29/10/2018) lalu.
Dari hasil pengunduhan, KNKT berhasil memperoleh data 69 jam dari 19 penerbangan yang dilakukan penerbangan pesawat Lion Air PK-LQP tersebut.
Dilansir TribunWow.com dari tayangan Buletin iNews Pagi, Senin (5/11/2018), hasil dari unduhan FDR memilik 1800 parameter yang merekam data penerbangan, pesawat nomor penerbangan JT-610 menuju Pangkalpinang mulai dari landasan parkir hingga dinyatakan hilang kontak.
"Hasil download, ini adalah rute penerbangan berdasarkan FDR, mungkin banyak yang tahu di radar 24 seperti apa," ujar Nurcahyo Utomo selaku Ketua Sub Komita Kecelakaan Pernebangan KNKT.
Dari 1800 parameter tersebut, KNKT berhasil membaca 2 rekaman parameter.
• UPDATE: 6 Informasi Jatuhnya Lion Air PK-LQP, Korban Teridentifikasi hingga Pencarian Diperpanjang
KNKT juga tidak bekerja sendiri dalam membaca parameter tersebut, melainkan dibantu tim dari keselamatan transportasi dari negara lain.
Yakni National Transportation Safety Board (NTSB) Amerika Serikat, Transport Safety Investigation Biro Singapura dan Australian Transport Safety Biro.
Lihat videonya:
• Keluarga Penumpang Lion Air JT-610 akan Mendapat Santunan Rp 1,33 Miliar
Seperti diberitakan sebelumnya, saat ditemukan memori FDR disebut perlu dibersihkan karena basah dan terdapat residu garam.
"Kita buka, keadannya basah dan bergaram. Hari ini sudah selesai tahap pembersihannya. Kami berharap malam ini mulai menyambungkan kabel yang baru agar besok bisa ditempel ke FDR yang bagus dan bisa diunduh datanya," tambah Nurcahyo, Sabtu (3/11/2018) yang dikutip dari Kompas.com.
Pembersihan dan pengeringan dilakukan dengan memasukan ke dalam oven secara hati-hati agar tidak merusak data dalam memori.
Seperti diberitakan sebelumnya, dua hari pasca ditemukannya rekaman data penerbangan, KNKT masih melakukan pembersihan karena kondisi memory card FDR tersebut basah dan mengandung residu garam, sehingga harus dilakukan pembersihan khusus, Kamis (1/11/2018).
Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 dengan tujuan Jakarta - Pangkalpinang itu jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat pada Senin pagi (29/10/2018) yang membawa 189 penumpang termasuk kru pesawat.
• Tanggapi Penyidikan Lion Air, Hotman Paris: Maskapai Sudah Memenuhi Syarat Ditetapkan Tersangka
Pesawat nahas itu jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandar Udara Soekarno-Hatta di Cengkareng, Tangerang, Banten.
Pesawat tersebut seharusnya mendarat di Bandar Udara Depati Amir, Pangkal Pinang pukul 07.20 WIB, namun dinyatakan hilang kontak setelah 13 menit mengudara pada pukul 06.20 WIB.
FDR tersebut ditemukan oleh tim penyelam TNI Angkatan Laut pada 25-35 meter di perairan Tanjung Karawang.
Selanjutnya, KNKT akan melakukan pembacaaan untuk mengetahui penyebab kecelakaan.
(TribunWow.com/Tiffany Marantika)