Terkini Daerah
Kronologi Pembegalan dan Pembacokan Anggota TNI oleh 7 Remaja di Bekasi
Kronologi anggota TNI Koramil Tambun Selatan, Serka Agus Riyanto dibegal dan dibacok oleh tujuh remaja di Bekasi
Penulis: Maria Novena Cahyaning Tyas
Editor: Wulan Kurnia Putri
TRIBUNWOW.COM - Anggota TNI Koramil Tambun Selatan yang juga merupakan anggota Babinsa Tambun, Serka Agus Riyanto dibegal dan dibacok oleh tujuh remaja di kawasan Tambun Selatan, Bekasi, Rabu (26/10/2018) dini hari, dilansir TribunWow.com dari Wartakotalive, Jumat (26/10/2018).
Akibat hal ini, Serka Agus Riyanto harus dirawat di rumah sakit karena beberapa luka sabetan di tubuh.
Dalam waktu kurang dari 30 jam, Polres Bekasi sudah berhasil menangkap lima pelaku, sementara dua lainnya masih buron.
Kelima pelaku itu berinisal, R (14), SA (17), NAN (17), S (19), IS (22).
"Dalam waktu 30 jam usai kejadian, pelaku sudah kami tangkap. Total pelaku yang sudah kami tangkap lima orang, dua pelaku lainnya masih buron. Kita akan kejar terus sampai ditangkap," kata Kapolres Metro Bekasi, Kombes Candra Sukma Kumara, di Mapolresta Bekasi, Jumat (26/10/2018).
Selain menangkap kelima pelaku, polisi juga membeberkan kronologi kejadian Serka Agus dibegal oleh tujuh remaja ini.
Ketujuh pelaku yang mayoritas masih di bawah umur ini awalnya mabuk-mabukan di kawasan Rawalumbu, Kota Bekasi.
• Salah Tembak, Seorang Pria Justru Bunuh Temannya Lantaran Mengira Korban adalah Ayam Hutan
Setelah mabuk-mabukan, semua pelaku akhirnya melancarkan aksinya di kawasan Tambun, Bekasi.
Sesampainya di Jalan Baru Grand Wisata, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, mereka melihat Serka Agus Riyanto tengah melintas di kawasan tersebut.
Para pelaku kemudian memepet motor Serka Agus untuk membegalnya.
Serka Agus yang melihat pelaku membawa senjata tajam berupa corbek dan celurit, langsung berusaha menyelamatkan diri dengan menjatuhkan motornya lalu berlari.
Namun malang, belum jauh berlari, Serka Agus justru terjatuh hingga akhirnya para pelaku menghampiri dan mengancam korban untuk menyerahkan ponsel dan dompetnya.
Diketahui korban sempat mengaku kepada para pelaku bahwa dirinya merupakan anggota TNI, namun pelaku tetap mengambil ponsel dan dompet korban yang berisi uang tunai senilai Rp 850 ribu.
Serka Agus juga sempat melakukan perlawanan terhadap para pelaku, namun akhirnya korban terkapar setelah mendapat luka bacokan di pinggang dan punggung.
Setelah melancarkan aksinya, para pelaku pun melarikan diri.