Pembunuhan Jamal Khashoggi
Arab Saudi Bantah Jadi Dalang Kasus Pembunuhan Khashoggi, Turki Klaim Punya Bukti Keterlibatan Saudi
Arab Saudi akhirnya membuka suara usai dua minggu konsisten memberikan pernyataan tidak mengetahui tentang nasib Jamal Khashoggi.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNWOW.COM - Arab Saudi akhirnya membuka suara usai dua minggu konsisten memberikan pernyataan bahwa pihaknya tidak mengetahui tentang nasib wartawan The Washington Post, Jamal Khashoggi yang diberitakan meninggal di Kantor Duta Besar Arab di Turki pada 2 Oktober.
Dilansir TribunWow.com dari BBC.com, Senin (22/10/2018), Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman mengatakan kepada Bloomberg News bahwa Khashoggi sudah meninggalkan kedubes.
"Kami tidak menyembunyikan apa pun," ujar Mohammed.
Adik laki-laki Pangeran Mohammed dan duta besar Saudi untuk AS, Pangeran Khaled bin Salman, membantah tuduhan kematian Khashoggi merupakan tanggung jawab Saudi.
Khaled menyebut hal itu tidak mendasar dan merupakan tuduhan.
• Dibunuh di Konsulat Saudi di Turki, Inilah Sosok Jamal Khashoggi
Tapi pada Sabtu, (20/10/2018), sejumlah kantor berita melaporkan bahwa Khashoggi sebenarnya telah meninggal di kedubes setelah perkelahian.
Terdesak akan berita itu, pejabat Saudi kemudian mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa Khashoggi telah meninggal karena percekcokan dengan pihak Saudi yang memintanya untuk kembali ke negeri Raja Salman itu.
Buntut dari kasus tersebut, pemerintah Saudi mengumumkan telah menangkap 18 warga Saudi dan memecat dua pejabat senior yakni wakil kepala intelijen Ahmad al-Assiri dan pembantu senior Pangeran Mohammed, Saud al-Qahtani.
Raja Salman bin Abdulaziz juga memerintahkan pembentukan komite menteri, yang dipimpin oleh putra mahkota, untuk merestrukturisasi dinas intelijen di awal penyelidikan awal.
Dua hari kemudian, Menteri Luar Negeri Adel al-Jubeir mengatakan memang ada upaya pembunuhan dan itu kesalahan besar Saudi.
Namun, ia membantah bahwa putra mahkota telah memerintahkan pembunuhan itu.
Sedangkan pihak Turki melaporkan Khashoggi disiksa dan dibunuh di tempat oleh tim agen Saudi dan tubuhnya dihilangkan.
• Sudah Perintahkan Kapolri untuk Usut Kasus Novel Baswedan, Jokowi: Masa Dikit-dikit Saya Ambil Alih
Turki mengklaim mereka memiliki bukti audio dan video untuk mendukung tudingan tersebut, tetapi belum dipublikasikan.
The Washington Post dan surat kabar Turki pro-pemerintah, Yeni Safak mengutip sumber-sumber Turki yang telah mendengar rekaman itu, dan mengatakan mereka mendengar Khashoggi telah disiksa.
Yeni Safak melaporkan bahwa pihaknya mendengar Konsul Jenderal Saudi Mohammed al-Otaibi mengancam dalam rekaman tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/jamal-khashoggi_20181023_102236.jpg)