Kabar Tokoh
Sudah Perintahkan Kapolri untuk Usut Kasus Novel Baswedan, Jokowi: Masa Dikit-dikit Saya Ambil Alih
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah perintahkan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk mengungkap kasus Novel Baswedan.
Penulis: Vintoko
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara soal kasus penyiraman air keras yang dialami penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.
Hal itu diungkapkan Presiden Jokowi saat menjadi narasumber dalam acara 'Satu Meja: Spesial 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK' di Kompas TV, Senin (22/10/2018).
Sebagaimana diketahui, hingga kini pelaku penyiraman air keras kepada Novel Baswedan belum juga terungkap.
• Buntut Kasus Khashoggi, Investor Asing Lakukan Aksi Jual di Bursa Arab Saudi
Menanggapi itu, Presiden Jokowi mengaku telah memerintahkan kepada Kapolri Jenderal Polisi, Tito Karnavian, untuk mengungkap kasus Novel Baswedan itu.
"Ya coba ditanyakan ke Kapolri. Saya sudah perintahkan ke Kapolri untuk menyelesaikan kasus Novel Baswedan. Dan kalau saya tanyakan apakah bisa diselesaikan, ya masih," ujar Jokowi.
"Masak dikit-dikit saya ambil alih. Dikit-dikit saya ambil alih. Tidak seperti itu kan. Ada institusi-institusi yang bertanggung jawab di situ. Saya kira, kalau saya tanyakan (Kapolri) masih optimis bisa diselesaikan, ya diselesaikan," sambung dia.
• Jokowi Minta Semua Pihak Akhiri Politik Kebohongan, Fadli Zon: Imbauan kepada Pendukungnya Sendiri
Seperti yang diketahui, wajah Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal seusai menjalankan shalat subuh di masjid dekat kediamannya, pada 11 April 2017 lalu.
Sejak saat itu, Novel fokus menjalani serangkaian operasi guna penyembuhan matanya.
Proses penyembuhan juga dilakukan di rumah sakit yang berada di Singapura.
Menurut hasil diagnosis dokter yang merawatnya pada waktu itu, mata kiri Novel mengalami kerusakan 100 persen.
Sementara, mata kanan Novel mengalami kerusakan 50 persen akibat air keras yang disiram ke matanya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi juga angkat bicara soal pemberantasan korupsi di Indonesia.
Jokowi mengakui jika korupsi di Indonesia sejak dulu sudah marak, termasuk pejabat yang ditangkap karena kasus korupsi juga semakin banyak.
"Memang korupsi dari dulu marak sekali, dan yang ditangkap juga semakin banyak. Bukan karena yang korupsi semakin banyak, memang dari dulu banyak,