Breaking News:

Agenda Presiden

Gaya Lucu Jan Ethes ketika Temani Jokowi Hadiri Apel Akbar Santri Nusantara di Solo

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak cucunya, Jan Ethes saat menghadiri Apel Akbar Santri Nusantara yang diselenggarakan di Benteng Vastenburg Solo

Penulis: Ekarista Rahmawati P
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Biro Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak cucunya, Jan Ethes saat menghadiri Apel Akbar Santri Nusantara yang diselenggarakan di Benteng Vastenburg Solo, Jawa Tengah, Sabtu (20/10/2018) malam. 

Jokowi mengajak para santri untuk menjaga dan mencintai Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, bahasa daerah, adat, dan ras.

"Perbedaan-perbedaan itu mengharuskan kita untuk saling kenal, mengenal, menghargai, menghormati di antara kita, antar suku, antar agama, antar adat yang memang berbeda-beda," ujar Jokowi.

Jokowi meminta kepada para santri untuk menjaga ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah Wathaniyah agar persatuan, persaudaraan dan kerukunan tetap ada di Indonesia.

BKN Sebut 2,5 Juta Orang Lolos Seleksi Administrasi CPNS 2018, 11 Instansi Telah Umumkan Daftarnya

Menurut Jokowi, aset terbesar bangsa merupakan kesatuan dan kerukunan.

"Jangan sampai ada saling ejek di antara kita, antar daerah saling ejek, antar suku saling ejek tidak boleh, antar agama saling mencela juga tidak boleh. Karena aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, kerukunan, dan persaudaraan," kata Jokowi.

Tak hanya membawa cucu pertamanya, Jan Ethes, Jokowi juga mengajak Ibu Negara Iriana, serta didampingi para menteri Kabinet Kerja, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Forkopimda Jateng, dan Wali Kota Surakarta.
Tak hanya membawa cucu pertamanya, Jan Ethes, Jokowi juga mengajak Ibu Negara Iriana, serta didampingi para menteri Kabinet Kerja, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Forkopimda Jateng, dan Wali Kota Surakarta. (Biro Presiden)

Sementara itu Ketua PP Robitah Ma'ahad Islamiyah Nahdlatul Ulama H Abdul Ghoffar Rozin (Gus Rozin) juga menegaskan bahwa Hari Santri Nasional ini dimaksudkan untuk mengingatkan kita bahwa santri menjadi bagian dari sejarah bangsa Indonesia.

"Hari Santri Nasional ini adalah sebuah pengakuan pemerintah bahwa pesantren, sumbangan para santri adalah bagian dari sejarah bangsa Indonesia," ujar Gus Rozin.

4 Tahun Jokowi-JK, Ini Dia 7 Momen Unik Blusukan sang Presiden

Apel akbar diselenggarakan sebagai peneguhan komitmen kaum santri dalam menjaga berdirinya NKRI.

"Ada beberapa tantangan yang dihadapi bangsa ini yakni dalam menghadapi ideologi yang mengancam eksistensi NKRI. ISIS dan sekelompok organisasi yang menjadikan radikalisme dan terorisme harus kita lawan," tambahnya.

Menurut Gus Rozin Santri bisa menjadi pelopor untuk mewujudkan perdamaian dunia.

"Santri harus senantiasa menjadi pioner dalam mewujudkan perdamaian dunia," lanjutnya. (*)

Sumber: Kompas.com
Tags:
Jan Ethes SrinarendraPresiden Joko Widodo (Jokowi)Apel Akbar Santri NusantaraGibran Rakabuming Raka
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved