Breaking News:

Gejolak Rupiah

Rupiah Kembali Melemah, Para Tokoh Sebut Baru Permulaan hingga Kaitkan dengan Ratna Sarumpaet

Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) kembali menguat di awal pekan bulan ini, Jumat (5/10/2018).

KOMPAS/PRIYOMBODO
Petugas menghitung Dollar AS di Kantor Cabang Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat (3/8/2018). Pelemahan rupiah masih terus terjadi. 

TRIBUNWOW.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat di awal pekan bulan ini, Jumat (5/10/2018).

Dilansir TribunWow.com dari Bloomberg pukul 09.55 WIB, rupiah melemah tipis 0,03 persen ke level Rp 15.183 per dolar AS.

Sejumlah tokoh pun turut mengomentari atas pelemahan rupiah tersebut.

Mantan Menko Perekonomian, Rizal Ramli berkomentar bahwa lemahnya rupiah di angka Rp 15.000,00 tersebut baru permulaan.

Ia pun mengusulkan untuk menekan impor barang yang besar.

"Rp15.000 baru permulaan.

“Kenapa tidak fokus untuk tekan 10 bahan impor Indonesia yang besar, spt baja? Kalau hanya barang konsumsi, efeknya kecil,"

Rizal juga usulkan “revisi UU lintas devisa & sistem nilai tukar untuk memaksa devisa hasil ekspor masuk RI," kicau Rizal Ramli melalui Twitter miliknya, @RamliRizal, Kamis (4/10/2018).

Menko Perekonomian Ungkap Penyebab Rupiah Melemah

Sementara itu, wakil sekretaris jendral (wasekjen) PAN, Faldo Maldini juga turut berkomentar atas penguatan dolar AS tersebut.

Ia mengomentari aku seorang netizen, @imanlagi, yang mengunggah gambar rupiah berada di level Ro 15.413,00.

"Mohon maaf ibu menteri, ini kok dalam sehari naiknya bisa sekencang ini ya? 24 jam lalu masih 15.141 loh," tulis netizen @imanlagi.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved