Breaking News:

Gejolak Rupiah

Rupiah Melemah Hingga Rp 15 ribu per Dolar AS, Gubernur BI: Masih Lebih Baik Ketimbang Negara Lain

Nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS masih berada di level Rp 15 ribu hingga Rabu (15/9/2018) sore.

Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Ilustrasi rupiah anjlok 

TRIBUNWOW.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih berada di level Rp 15 ribu hingga Rabu (3/10/2018) sore.

Tren pelemahan rupiah ini sudah terjadi sejak kemarin, Selasa (2/10/2018).

Berdasarkan data pasar spot Bloomberg, Rabu (3/10/2018), pada pukul 18.40 rupiah berada pada level Rp 15.075 per dolar AS.

Sebelumnya, pada pagi sekira pukul 10.00, nilai tukar rupiah sempat berada pada level lebih tinggi yakni Rp 15.082 per dolar AS.

Sementara itu, dilansir TribunWow dari Kompas.com, nilai tukar rupiah berada pada level Rp 15.088 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI).

Rupiah Melemah ke Rp 15 Ribu per Dolar AS, Terendah sejak 1998

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo meminta masyarakat untuk tidak terlalu khawatir terhadap pelemahan rupiah yang sampai menyentuh level Rp 15.000.

Menurutnya, pelemahan mata uang di Indonesia masih lebih baik dibanding negara berkembang lain yang sama-sama mengalami pelemahan nilai tukar mata uangnya.

"Kalau kita lihat, kita bandingkan dengan mata uang negara lain. Jangan kita lihat kalau sudah Rp 15.000 itu sudah kiamat," kata Perry dalam seminar bersama fraksi Partai Golkar di DPR RI, Rabu (3/10/2018).

Perry menjelaskan penyebab pelemahan nilai tukar rupiah dan mata uang di berbagai negara tidak lain disebabkan faktor eksternal yang utamanya dari Amerika Serikat.

Mulai dari ekspetasi terhadap kenaikan Fed Fund Rate atau suku bunga acuan di AS hingga ketegangan perang dagang antara AS dengan beberapa negara lain.

"Kita bandingkan dulu kalau semua negara mengalami tekanan depresiasi, harus kita bandingkan depresiasinya. Bukan tingkat levelnya, tapi tingkat pelemahannya seperti apa," tutur Perry.

BI mencatat, sampai hari ini nilai tukar rupiah melemah 9,82 persen yang membuat dari Rp 13.700 pada awal tahun 2018 menjadi Rp 15.000 sejak beberapa hari terakhir.

Kondisi ini lebih baik ketimbang depresiasi yang dialami mata uang di negara lain, salah satunya India dengan rupee-nya.

Meski begitu, Perry mengakui ada negara beberapa negara berkembang yang mata uangnya justru tidak terpengaruh dengan tren pelemahan yang dialami di banyak negara.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved