Breaking News:

Asian Games 2018

6 Fakta Polemik Bayaran Penari Asian Games 2018, Bukan Uang Honor hingga Penjelasan Sekolah

Beberapa siswa Penari Ratoe Jaroe Aceh pada Pembukaan Asian Games 2018 angkat bicara dan mengaku belum menerima pembayaran dari aksinya.

Editor: Lailatun Niqmah
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Penari saat pentas di pembukaan Asian Games 2018 di Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Sabtu (18/7/2018) 

TRIBUNWOW.COM - Kabar belum dibayarnya para Penari Ratoe Jaroe Aceh pada Pembukaan Asian Games 2018 menjadi perbincangan hangat baru-baru ini.

Kabar tersebut berhembus kencang setelah menyebarnya pesan berantai di WhatsApp tentang curhatan seorang siswa yang tak kunjung menerima pembayaran dari pihak penyelenggara Asian Games 2018.

Pertunjukan Tari Ratoe Jaroe Aceh itu melibatkan sekitar 1.400 siswa SMA di Jakarta.

Beberapa siswa pun angkat bicara dan mengaku belum menerima pembayaran tersebut.

Mereka juga menolak bila uang yang seharusnya ia terima dialihkan untuk kegiatan yang lain yang ditawakan pihak sekolah.

Sementara, pihak INASGOC selalu penyelenggara mengklaim telah mentransfer uang pembayaran untuk para penari kepada sekolah.

Hasil Sementara Polling Pilpres 2018 yang Dibuat Mata Najwa: Prabowo Unggul 10 Persen dari Jokowi

Pihak sekolah juga mengklaim baru menerima uang tersebut, dan mengatakan kalau uang tersebut bukan lah honor melainkan uang operasional.

Berikut 6 fakta terkait belum dibayarkannya uang penari Asian Games 2018 yang dirangkum TribunnewsBogorcom.

1. Siswa Dijanjikan Rp 200 Ribu Per sekali Latihan

Dikutip dari Warta Kota, panitia Penyelenggara Asian Games atau Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC), berikan honor sebesar 15 dolar AS atau sekitar Rp 200.000 per-hari untuk satu penari.

Pengakuan ini diutarakan oleh salah satu siswi yang turut menjadi penari Ratoeh Jaroe, inisial S (16).

Pengakuan S sampai saat ini pihak dari sekolah belum memberikan honor penari yang diperoleh dari INASGOC.

"Sama sekali belum terima (honor) itu dari sekolah. Enggak hanya saya, namun ada 82 teman saya lainnya di sekolah ini yang jadi penari saat pembukaan Asian Games juga belum dibayar. Ketika kami semua itu meminta kejelasan mengenai honor yang mereka terima dari sana (INASGOC) berkali-kali, pihak sekolah malah menawarkan jalan-jalan, cuman untuk kenang-kenangan," kata S, Rabu (19/9/2018).

Diketahui, tarian Ratoeh Jaroe melibatkan sebanyak 2.000 penari yang berasal dari 18 sekolah di Provinsi DKI Jakarta yaitu SMA 70, SMA 6, SMA 3, SMA 71, SMA 82, SMA 66, SMA 4, SMA 68, SMA 78, SMA 23, SMA 49, SMA 34, SMA 48, SMA 90, SMA 46, SMA 24, SMA Angkasa 1 Halim dan SMA Dian Didaktika. (M16)

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bogor
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved