Breaking News:

Kabar Tokoh

Anies Baswedan Sidak, Berikut Ini Fakta-fakta Maraknya Prostitusi di Apartemen Kalibata

Kenapa praktik prostitusi marak terjadi di kawasan Apartemen Kalibata City? Berikut ini fakta-faktanya.

Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Wulan Kurnia Putri
Instagram Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sidak ke Apartemen Kalibata City, Jakarta, Senin (16/9/2018). Sidak dilakukan terkait kabar maraknya prostitusi. 

TRIBUNWOW.COM - Anies Baswedan bersama Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah menaiki sepeda motor menuju ke kawasan Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Minggu (26/9/2018).

Anies, Marullah beserta jajaran pemerintah DKI Jakarta datang ke lokasi tersebut untuk melakukan inspeksi terkait dugaan prostitusi di lokasi tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Anies bersama jajarannya menemui penghuni, pengelola dan aparat tingkat lingkungan setempat.

Anies mengatakan, pihak pengelola Kalibata City harus bertanggungjawab untuk mengembalikan citra baik lokasi tersebut.

Soal Eks Koruptor Boleh Nyaleg, Fadli Zon: Apakah Orang Itu Harus Dihukum Selamanya?

Ia juga mengimbau kepada seluruh pengelola apartemen di DKI Jakarta untuk menjaga kawasannya dari praktik perdagangan manusia dan prostitusi.

Kasus prostitusi di Kalibata ini bukan kali pertama terjadi.

Kenapa praktik prostitusi marak terjadi di kawasan tersebut? Berikut ini fakta-faktanya.

1. Lima kali terbongkar

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary menyebutkan, dalam tahun ini jajarannya telah mengungkap 3 kasus prostitusi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

Dia mengatakan, jika dijumlahkan dengan kasus prostitusi di tempat yang sama yang diungkap jajaran Polres Jakarta Selatan, berarti sudah ada 5 kasus prostitusi di apartemen strategis, dekat Stasiun Duren Kalibata itu.

Dalam kasus terakhir yang diungkap pada 2 Agustus 2018, polisi mengamankan 32 pekerja seks komersial (PSK) dari tempat itu.

Yang membuat prihatin, 5 di antaranya merupakan pekerja seks usia dini.

Tak hanya PSK-nya yang berusia dini, pelanggannya pun ada yang masih berusia di bawah 18 tahun.

17 Poin Pakta Integritas yang Ditandatangani Prabowo, di Antaranya Menjamin Kepulangan Habib Rizieq

2. Harga sewa kamar yang murah

Kanit Reskrim Polsek Pancoran Iptu Anton Prihartono menilai, sewa harian kamar jadi salah satu alasan maraknya praktik prostitusi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

Tarif sewa kamar di sana paling rendah Rp 250.000 per malam.

"Yang membuat maraknya prostitusi gelap di Kalibata City karena kamar-kamar apartemen bisa disewa harian tanpa lihat-lihat siapa penyewanya," ujar Anton melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Jumat (6/7/2018).

"Tarif sewa bisa paling rendah Rp 250.000," tambahnya.

Polisi tidak bisa berbuat banyak soal itu.

Sebab, kebijakan ada tidaknya sewa harian sepenuhnya wewenang pengelola Apartemen Kalibata City.

Polisi Binmas hanya bisa memberikan penyuluhan terkait praktik prostitusi itu.

"(Kebijakan sewa harian) itu aturan intern pengelola apartemen, tidak ada ranah pidananya. Urusan polisi bukan masalah sewa-menyewa," kata Anton.

Ekonom Prediksi Defisit Neraca Perdagangan sampai Akhir Tahun Mencapai 5 Miliar Dolar AS

3. Rendahnya pengawasan

Kriminolog sekaligus Direktur Eksekutif Lembaga Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan menyebut rendahnya pengawasan dalam penyewaan kamar apartemen disinyalir menjadi salah satu faktor penyebab maraknya prostitusi di Kalibata City.

"Rendahnya pengawasan sewa sangat mempengaruhi prostitusi tumbuh subur. Germo dan penyedia lokasi yang jelas mendapat keuntungan dari kegiatan itu bisa dihukum berat," ujar Edi ketika dihubungi, Jumat (10/8/2018).

Ia meminta pihak-pihak terkait lebih berkonsentrasi pada kegiatan operasi dan pengawasan penyewaan kamar apartemen semacam ini.

"Saya kira sarang prostitusi harus sering dioperasi polisi. Jangan biarkan subur prostitusi," kata dia.

"Kami minta Kapolda Metro Jaya sikat habis prostitusi, apartemen, tempat hiburan, dan spa ada juga yang berpraktik prostisi. Polisi harus mewaspadai itu," lanjutnya.

Prabowo Ceritakan soal Zulkifli Hasan yang Merancang Strategi untuk Menurunkan Ahok

4. Kemudahan menyewa kamar

Dalam kasus terakhir di Kalibata City, polisi telah mengamankan tiga orang muncikari berinisial SBR, O, dan R.

O dan R merupakan agen properti yang memudahkan pelanggan mendapatkan kamar untuk berhubungan badan dengan PSK.

"Pemilik asli apartemen itu menitipkan apartemennya untuk disewakan secara bulanan kepada agen properti itu. Tapi nyatanya disewakan harian. 24 jam tarifnya Rp 300.000. Kami masih mendalami keterlibatan pemilik asli apartemen," ujar Wadir Krimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary, Rabu (7/8/2018).

Menurut Ade, ada puluhan kamar yang disediakan para agen properti yang tersebar di lima tower Apartemen Kalibata City.

Kompas.com menelusuri cara penyewaan apartemen yang terletak di kawasan strategis tersebut.

Unit kamar yang dapat disewa harian di apartemen tersebut bisa ditemukan melalui situs traveling dan pencarian hotel.

Caranya, kita hanya perlu membuka situs tersebut kemudian memilih lokasi dan tanggal ingin menyewa apartemen. Lalu, akan keluar daftar hotel dan apartemen sesuai pencarian.

Jika kita menulis Kalibata, dengan otomatis Apartemen Kalibata City akan langsung keluar di daftar 7 teratas dengan berbagai tipe kamar dan fasilitas.

Range harga untuk menyewa apartemen ini juga bervariasi mulai Rp 260.000 hingga Rp 370.000.

Selanjutnya, kita bisa melihat foto-foto kamar dan fasilitas lainnya. Jika cocok, kita bisa klik pilih dan akan ada pengisian data.

Kita hanya perlu melengkapi data diri saja lalu akan keluar total harga serta nomor rekening situs tersebut.

Setelah mentransfer sesuai harga, kita bisa langsung mendatangi Apartemen Kalibata City dan bertemu dengan orang yang menyewakan kamar.

Mantan Komisioner Bawaslu Mengaku Kecewa karena Bawaslu Meloloskan Mantan Napi Korupsi

5. Solusi dari Anies Baswedan setelah inspeksi

Teruntuk kasus Kalibata City, Anies telah menyiapkan langkah untuk mencegah dan menghentikan adanya prostitusi dengan melibatkan para penghuni apartemen.

Menurut Anies, para penghunilah yang paling tahu bagaimana caranya untuk menghentikan kejahatan di lingkungannya.

Satu di antara cara untuk melakukan pencegahan adalah dengan memfoto dan mencatat nama 'tamu' dan mengumumkannya di depan publik. (*)

Tags:
Anies BaswedanKalibataKalibata CityProstitusi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved