Gejolak Rupiah
Rupiah Stabil Jadi Penyebab Penguatan Indeks Saham di Indonesia
Analis Lotus Andalan Sekuritas, Krishna Setiawan memaparkan indeks saham dikendalikan oleh stabilnya nilai tukar rupiah.
Penulis: Qurrota Ayun
Editor: Mohamad Yoenus
Consumer Price Index (CPI) AS hanya tumbuh 0,2 persen, di bawah ekspektasi analis yakni 0,3 persen.
Selain itu, gejolak perang dagang antara AS dan China juga mereda.
AS kembali ingin melakukan perundingan dengan China dalam beberapa hari ke depan.
• Bank Indonesia Prediksi Posisi Rupiah di Tahun 2019
Perundingan tersebut bertujuan untuk menghindari pengenaan tarif lanjutan sebesar 200 miliar terhadap produk impor China.
Sementara itu, kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Turki yang cukup tajam sebesar 625 bps menjadi 24 persen berhasil memperkuat lira sebesar 5 persen terhadap dolar AS.
“Penguatan lira dapat menjadi katalis positif bagi mata utang emerging market lainnya, termasuk rupiah,” ujar Mikail.
Dikutip dari bi.go.id, Jumat (14/9/2018), berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah terhadap dolar berada di level Rp 14.835.
Sedangkan berdasarkan kurs transaksi Bank Indonesia (BI) rupiah berada di level Rp 14.909 pada kurs jual dan Rp 14.761 pada kurs beli. (TribunWow.com/ Qurrota Ayun)