Breaking News:

Kabar Tokoh

Soal Prasasti Peresmian Bandara Lombok, Analis Politik LIPI: Rekan-rekan Demokrat Terlalu Sensi

Analis politik LIPI Syamsuddin Haris menanggapi pernyataan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi soal isu pencopotan prasasti peresmian Bandara Lombok.

Penulis: Vintoko
Editor: Lailatun Niqmah
Tribunnews.com/Reza Deni
Syamsuddin Haris 

TRIBUNWOW.COM - Analis politik LIPI Syamsuddin Haris menanggapi pernyataan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH M Zainul Majdi soal isu pencopotan prasasti peresmian Bandara Internasional Lombok.

Dilansir TribunWow.com, hal itu diungkapkan Syamsuddin Haris melalui akun Twitter-nya, @sy_haris, Kamis (13/9/2018).

Awalnya, Syamsuddin Haris mentautkan pemberitaan terkait pernyataan gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB).

Gubernur NTB Zainul Majdi Tanggapi Isu Pencopotan Prasasti Peresmian Bandara Internasional Lombok

Dalam pemberitaan itu, TGB membantah isu pencopotan prasasti peresmian Bandara Internasional Lombok yang ditandatangani Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) pada tahun 2011 itu.

Menanggapi hal itu, Syamsuddin Haris mengatakan jika penjelasan TGB sangat jelas.

Pengamat politik itu menilai jika kader Partai Demokrat terlalu sensitif dalam menyikapi isu tersebut.

"Penjelasan @TGBMZainulMajdi ini sangat clear. Saya kira rekan2 di @PDemokrat terlalu sensi, seolah2 ada yg mau bongkar prasasti yg ditandatangani SBY," cuit Syamsuddin Haris.

Diberitakan Kompas.com, TGB mengatakan tidak ada yang berniat menghilangkan jejak Presiden SBY.

"Jasa beliau dihargai sehingga tidak perlu ada yang sensi. Saya pastikan Pak Jokowi bukan orang yang suka menafikan jasa pemimpin sebelumnya, bahkan beliau selalu mengapresiasi karya pendahulunya," kata TGB dalam rilisnya, Rabu (12/9/2018).

Soal Kabar Pembongkaran Prasasti Peresmian Bandara Lombok, Andi Arief Beri Tanggapan

TGB menyatakan sangat menghargai penetapan nama pahlawan nasional untuk Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid oleh Presiden Joko Widodo melalui SK Menteri Perhubungan.

Sementara prasasti yang ditandatangani Presiden SBY pada 2011 masih akan tetap ada.

"Kami masyarakat Lombok berterima kasih pada Pak Jokowi atas penetapan nama bandara yang mengabadikan nama pahlawan nasional satu-satunya dari NTB, yaitu Muhammad Zainuddin Abdul Madjid," ujar TGB.

Sebelumnya, pada 5 September 2018, pemerintah melalui Menhub Budi Karya menetapkan nama bandara adalah Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, mengabadikan nama pahlawan nasional satu-satunya dari NTB, yaitu Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

Rencananya, Presiden akan meresmikan penetapan nama bandara ini dalam beberapa hari mendatang.

Bisa saja ditandai dengan satu prasasti.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Prasasti Peresmian Bandara LombokLembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)Partai Demokrat
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved