Breaking News:

Kabar Tokoh

Soal Prasasti Peresmian Bandara Lombok, Analis Politik LIPI: Rekan-rekan Demokrat Terlalu Sensi

Analis politik LIPI Syamsuddin Haris menanggapi pernyataan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi soal isu pencopotan prasasti peresmian Bandara Lombok.

Penulis: Vintoko
Editor: Lailatun Niqmah
Tribunnews.com/Reza Deni
Syamsuddin Haris 

Gubernur NTB menegaskan bahwa Bandara Internasional Lombok diresmikan beroperasinya oleh Presiden SBY pada 20 Oktober 2011 yang lalu.

"Pada saat itu, Pak SBY menandatangani prasasti peresmian bandara. Namun, tentu saja bukan berarti prasasti Pak SBY akan dicopot sebagaimana yang Pak SBY sampaikan. Pemerintah dan masyarakat Lombok tidak pernah ada keinginan seperti itu."

Zainul menjelaskan, peresmian operasional bandara adalah satu hal, penetapan nama bandara dengan nama pahlawan nasional adalah hal lain yang berbeda.

"Saya sangat menyayangkan Pak SBY diberi kabar hoaks mengenai rencana pencopotan prasasti, hingga mengeluarkan statemen yang keliru."

Tanggapan SBY soal Kabar Pembongkaran Prasasti Peresmian Bandara Lombok

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah memberikan tanggapan terkait kabar pembongkaran prasasti peresmian Bandara Internasional Lombok.

Tanggapan SBY disampaikan oleh Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat, Imelda Sari melalui akun Facebook-nya, Rabu (12/9/2018).

SBY memberikan tanggapan itu lantaran banyak kader Demokrat yang memintanya untuk menanggapi kabar rencana pencopotan prasasti yang dulu diresmikan pada tahun 2011.

Dalam tanggapannya, SBY yakin jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menghormati karya dan capaian karya para pendahulunya.

SBY pun meminta agar isu itu tidak diributkan karena banyak yang perlu dilakukan yakni membuat rakyat Indonesia semakin sejahtera.

"Tanggapan SBY

Menanggapi banyaknya aspirasi para kader Demokrat yang meminta tanggapan Ketum PD, SBY terkait kabar adanya rencana mencopot prasasti peresmian yang ditanda tangani SBY pada saat meresmikan bandar udara internasional Lombok tahun 2011 dikarenakan penggantian nama bandara tsb, maka Bapak SBY menyampaikan tanggapan singkatnya sbb :

"Saya yakin Pak Jokowi akan menghormati karya dan capaian para pendahulu-pendahulunya, sejak Bung Karno hingga saya. Namun, apabila pencopotan prasasti bandar udara internasional Lombok, yang saya tanda-tangani pada tanggal 20 Oktober 2011 dulu merupakan keinginan beliau dan atas saran Pak Zainul Majdi, serta merupakan pula keinginan masyarakat Lombok ... ya saya persilahkan. Lagi pula saya kan tidak punya hak, apalagi kemampuan untuk menghalang-halangi. Saya berpendapat prasasti dan jejak sejarah sesorang dapat dihapus oleh manusia yang lain, kapan saja dan dimana saja. Namun, saya sangat yakin, .... catatan Allah Swt tidak akan pernah bisa dihapus. Tolong isu ini tak perlu diributkan. Masih banyak yang harus dilakukan oleh negara dan kita semua, utamanya bagaimana membuat rakyat kita makin ke depan makin sejahtera"

Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat."

(TribunWow.com/Rekarinta Vintoko)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Prasasti Peresmian Bandara LombokLembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)Partai Demokrat
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved