Bangun Jembatan, PUPR Ingin Tingkatkan Aksesibilitas Jalur Lintas Selatan Kalimantan
Dengan Jembatan Pulau Balang, jarak akan menjadi lebih pendek yakni sekitar 30 kilometer dan dapat dilintasi hanya dalam waktu satu jam.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNWOW.COM - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono mengungkapkan pembangunan jembatan Pulau Balang akan meningkatkan konektivitas Jalan Lintas Selatan Kalimantan.
Dirilis TribunWow.com dari laman resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Setkab.go.id, Kamis (13/9/2018), jembatan Pulau Balang tersebut menjadi jalur utama angkutan logistik di Kalimantan.
“Dengan adanya jembatan ini, konektivitas dan aksesibilitas Jalan Lintas Selatan Kalimantan semakin lancar karena jarak dan waktu tempuh akan menjadi lebih singkat,” kata Basuki.
Jembatan Pulau Balang tersebut menghubungkan Kota Balikpapan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur.
• Kepala Rutan Salemba Mengaku Terkejut dengan Penemuan Pesta Narkoba di Lapas
Proyek tersebut telah dibangun sejak September 2015, dan hingga awal September 2018, progres fisik dari jembatan yang dikerjakan sudah mencapai 58,23% dengan target rampung pada bulan November 2019.
Saat ini dibutuhkan waktu lima jam dengan jarak sekitar 100 kilometer untuk kendaraan dari Balikpapan menuju Penajam dan akan melanjutkan perjalanan ke Kota Banjarmasin di Kalimantan Selatan dan kota lainnya.
Alternatif lain menggunakan kapal ferry dengan waktu penyeberangan sekitar 1,5 jam belum ditambah waktu antri menuju kapal ferry.
Waktu antri akan bertambah lama apabila bertepatan dengan hari libur mengakibatkan waktu tempuh dan biaya angkut kendaraan tidak efisien.
Dengan jembatan baru ini, jarak akan menjadi lebih pendek yakni sekitar 30 kilometer dan dapat dilintasi hanya dalam waktu satu jam.
Selain sebagai penghubung jaringan jalan poros selatan Kalimantan, jembatan ini juga mendukung rencana pembangunan pelabuhan peti kemas Kariangau dan kawasan industri Kariangau.
Jembatan tipe cable stayed ini dibangun bersama antara Kementerian PUPR bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.
• Yunarto Wijaya Beri Tanggapan atas Penampilan Cipta Panca yang Viral saat Jadi Narasumber Acara TV
Konstruksi jembatan utama sepanjang 804 meter, jembatan pendekat sepanjang 167 meter, dan jalan akses sepanjang 1.969 meter dikerjakan oleh Kementerian PUPR dengan biaya pembangunan Rp 1,33 triliun dimana tahun 2018 sebesar Rp 269,18 miliar.
Disisi lain, jalan akses di sisi Penajam dikerjakan oleh Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara dan jalan akses Balikpapan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
"Mengingat waktu pelaksanaannya yang relative singkat, harus ada kerja sama dengan Pemerintah Daerah baik dari sisi pembebasan lahan maupun penyelesaian konstruksi jalan aksesnya,” kata Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XII Balikpapan Ditjen Bina Marga Refly Ruddy Tangkere.
Proses konstruksi jembatan cukup menantang, salah satunya dalam pemasangan tiang pancang sebanyak 144 unit.