Pilpres 2019
Jawaban Mahfud MD saat Ditanya Mendukung Prabowo-Sandi atau Jokowi-Ma'ruf Amin?
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD tampak melakukan sesi tanya jawab dengan sejumlah followers atau pengikutnya di Twitter.
Penulis: Laila N
Editor: Mohamad Yoenus
Masyarakat Hanya Bersatu di Momen Tertentu?
Warganet dengan akun @President_Beck memberikan pertanyaan kepada Mahfud MD mengenai persatuan.
Ia menanyakan (merujuk dari postingan pertama Mahfud), apakah itu artinya masyarakat hanya bersatu pada saat-saat tertentu saja?
"Apakah ini berarti semangat persatuan kita hanya bersifat temporary pada momen-momen tertentu saja Prof?," tulisnya.
Menanggapi hal ini, Mahfud MD memberikan penjelasan, bahwa yang terjadi justru sebaliknya.
"Tidak, justeru sebaliknya menurut saya. Di sanubari terdalam bangsa kita ada ikatan kebersatuan yg kuat.
Yang bersifat temporary itu justeru gejala keretakannya. Gejala keretakan itu biasanya muncul dlm kontestasi politik sj spt saat pemilu, pilkada, dsb," kata Mahfud MD.
Sekat-sekat Politik
Kali ini, Mahfud MD mendapat pertanyaan mengenai sekat-sekat politik dari netizen @Sang_Tadulako.
"Pak prof @mohmahfudmd apakah politik itu harus mengesampingkan silaturahim yg terjalin selama ini..?? Kok kelihatan sekali sekat sekat itu prof..#politik_kejam," ujarnya.
Membalas pertanyaan tersebut, Mahfud MD memberikan penjelasan jika dalam politik, silahturahmi kerap dikesampingkan, akan tetapi yang seharusnya terjadi tidak demikian.
Lebih lanjut, Mahfud MD mengajak masyarakat untuk saling memperkuat silahturahmi.
"Politik dlm arti pergulatan utk memperoleh kekuasaan (merebut dan mempertahankan kekuasaan) memang sering mengesampingkan silaturrahim.
Tetapi politik dlm arti sarana perjuangan utk berpartisipasi memajukan bangsa seharusnya memperkuat silaturrahim.
Mari perkuat silaturrahim sj," terang Mahfud MD.
• Ketua Progres 98 Faizal Assegaf: Semoga Erick Thohir Dapat Membuat Sandiaga Insaf