Gejolak Rupiah
Politikus Demokrat hingga Ratna Sarumpaet Tanggapi Pernyataan Jokowi terkait Pelemahan Rupiah
Cipta Panca Laksana, Redi Susilo, Ratna Sarumpaet memberikan tanggapan mereka atas pernyataan Jokowi terkait pelemahan rupiah.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNWOW.COM - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat menyentuh angka Rp 15 ribu.
Terkait hal tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa krisis ekonomi tak hanya terjadi di Indonesia.
Politikus Partai Demokrat Cipta Panca Laksana dan Redi Susilo serta aktivis Ratna Sarumpaet memberikan tanggapan mereka atas pernyataan Jokowi tersebut.
Mulanya, akun netizen @surgabidadari3 mengunggah video berisi pernyataan Jokowi terkait pelemahan rupiah.
Menurut Cipta Panca, Jokowi tidak mengerti apa yang sedang dihadapi.
"Emang dia nga ngerti apa yang dihadapi," tulis Cipta melalui Twitter @Panca66, Kamis (6/9/2018).
• Rupiah Melemah, Surya Paloh Sarankan Jokowi Perkuat Hubungan Diplomasi dengan Negara Sahabat
Ratna Sarumpaet juga memberikan komentar yang senada dengan Cipta Panca.
"Duh, presidenku ini bicara apa?" tulis Ratna melalui Twitter @RatnaSpaet.
Sementara politikus Demokrat yang lain, Redi Susilo memberikan bantahan.
"Bukannya 1 tahun lagi sdh melewati 17 April 2019 itu?
Siap2 presiden baru kerja keras diawal kepemimpinannya," kicau Redi Susilo.

Kolase Tweet (Capture Twitter)
• Rupiah Melemah, Ferdinand Hutahaean Sebut Pemerintah Pasrah
Sementara itu, diberitakan dari Kompas.com, Presiden Joko Widodo menegaskan, pelemahan nilai tukar terhadap dollar Amerika Serikat bukan hanya terjadi terhadap rupiah saja, tetapi juga mata uang negara lain.
"Tidak hanya negara kita, Indonesia, yang terkena pelemahan kurs, tidak hanya Indonesia," ujar Jokowi di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (5/9/2018).
Menurut Jokowi, pelemahan rupiah saat ini lebih disebabkan sentimen dari eksternal, seperti kenaikan suku bunga The Fed, perang dagang antara China dan Amerika Serikat, dan krisis yang melanda Turki serta Argentina.
"Ini faktor eksternal yang bertubi-tubi. Saya kira yang paling penting kita harus waspada, kita harus hati-hati," ujar Jokowi.