Breaking News:

Rupiah Melemah, Ferdinand Hutahaean: Saya Khawatir Oktober Kita Tutup Buku dan Rezim Berakhir

Ferdinand mengaku khawatir jika rupiah terus melemah, pada bulan Oktober negara bisa tutup buku dan kepemimpinan Joko Widodo berakhir.

Penulis: Qurrota Ayun
Editor: Claudia Noventa
Net
Kepala Divisi Humas dan Advokasi Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean 

TRIBUNWOW.COM - Ketua Divisi Humas dan Advokasi Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, memberikan komentar terkait melemahnya mata uang rupiah.

Dilansir TribunWow.com dari akun Twitter Ferdinand Hutahaean, @LawanPoLitikJW, Kamis (30/8/2018) mengungkapkan rasa khawatirnya.

Dalam unggahannya, Ferdinand Hutahaean melontarkan pertanyaan kepada akun Twitter Presiden RI, Joko Widodo @jokowi apakah melemahnya mata uang rupiah bisa ditahan.

Cair Pekan Depan, Ini Besar Bonus Asian Games untuk Para Atlet, Pelatih, dan Asisten Pelatih

Ferdinand mengaku khawatir jika rupiah terus melemah, pada bulan Oktober negara bisa tutup buku dan kepemimpinan Joko Widodo berakhir.

Seperti yang dituliskan akun @LawanPoLitikJW, "Pak @jokowi yth, kira2 pelemahan rupiah ini bisa ditahan tidak pak? Saya kuatir Oktober kita bisa tutup buku dan rejim berakhir. US $ 1 = Rp.14.729."

Unggahan Ferdinand Hutahaean pada Twitter
Unggahan Ferdinand Hutahaean pada Twitter (Twitter @LawanPoLitikJW)

Bawaslu Putuskan Dugaan Mahar Sandiaga Uno Tak Terbukti, Guntur Romli: Lucu Ini

Diberitakan dari Blommberg.com, Jumat (31/8/2018), pada perdagangan hari ini mata uang rupiah semakin merosot ke posisi Rp 14.750 per dolar Amerika Serikat (AS).

Angka tersebut merupakan yang terlemah sejak krisis keuangan Asia tahun 1998.

Ekonom ING Groep NV Singapura, Prakash Sakpal menjelaskan defisit neraca berjalan merupakan penyebab utama melemahnya mata uang rupiah.

“Kinerja rupiah cenderung lemah dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya. Hal tersebut berasal dari posisi pembayaran eksternal Indonesia yang lemah, terutama defisit neraca berjalan,” ujar Prakash Sakpal.

Kondisi ekonomi global seperti kenaikan suku bunga AS, perang dagang antara China dengan AS, dan gejolak ekonomi yang terjadi di Turki juga menjadi pemicu melemahnya rupiah.

Raja Malaysia Batalkan Perayaan Ulang Tahun Demi Bantu Bayar Utang Negara

Tahun ini, nilai tukar rupiah turun sebesar 7,8 persen.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menunjukkan nilai tukar rupiah berada di level Rp 14.711 per dolar AS, dikutip dari bi.go.id, Jumat (31/8/2018).

Sedangkan kurs transaksi Bank Indonesia menunjukkan nilai tukar rupiah berada di level Rp 14.785 per dolar AS untuk kurs Jual, dan Rp 14.637 untuk kurs beli. (TribunWow.com/ Qurrota Ayun)

Tags:
RupiahOktoberFerdinand Hutahaean
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved