Lira Anjlok, Turki akan Boikot Produk Elektronik Asal AS
Turki akan menghentikan masuknya iPhone buatan AS dan membeli Samsung Korea atau produk Vestel buatan Turki sebagai gantinya.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Presiden Turki menyerang kembali perang kata-kata yang berkembang dengan Amerika Serikat (AS) pada hari Selasa, (14/8/2018), Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Ankara akan memboikot semua produk elektronik buatan Amerika.
Tidak menunjukkan tanda-tanda mundur dalam kebuntuan, Erdogan mengatakan Turki akan menghentikan masuknya iPhone buatan AS dan membeli Samsung Korea atau produk Vestel buatan Turki sebagai gantinya, dilansir TribunWow.com dari Aljazeera.com Selasa, (14/8/2018).
• Rupiah Tembus Rp 14.644, Muncul Kekhawatiran Bank Sentral AS Naikkan Suku Bunga
"Jika mereka memiliki iPhone, ada Samsung di tempat lain. Kami punya Vestel." ungkap Endorgan.
Namun belum jelas bagaimana langkah pemboikotan produk elektronik AS tersebut.
Diberitakan sebelumnya, mata uang Lira anjlok lebih dari 20% terhadap dolar AS.
Di sisi lain, fundamental ekonomi Turki juga lemah, defisit transaksi berjalan (CAD) lebih dari 6% dan inflasi hampir menyentuh 20%.
AS mengenakan bea masuk sebesar dua kali lipat terhadap baja serta aluminium Turki, sebagai reaksi atas penahanan pendeta AS, Andrew Brunson di Turki.
• Pemerintah Serahkan Rp 59,55 Miliar Bantuan Untuk Korban Gempa NTB
Analis ekonomi mengatakan krisis keuangan telah lama datang dan mencerminkan penolakan Turki untuk menaikkan suku bunga untuk mengekang inflasi dua digit dan mendinginkan ekonomi yang terlalu panas.
Di sisi lain, Erdogan mendesak para produsen untuk tidak terburu-buru membeli dolar.
Sementara itu, depresiasi mata uang tidak hanya terjadi terhadap Indonesia, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah berada di level tertingginya tahun ini yakni mencapai Rp 14.600, Senin (13/8/2018) siang ini.
Tak hanya kepada negara-negara berkembang saja, mata uang euro juga melemah karena banyak bank di sana yang memberikan kredit ke perusahaan-perusahaan dan bank di Turki.
• Rupiah Melemah, Ini Pendapat Menteri Keuangan Sri Mulyani
Pada Selasa, (14/8/2018), rupee India mencapai rekor terendah sebagai akibat dari masalah ekonomi di Turki.
Mata uang Afrika Selatan, Argentina, Meksiko, Brasil, dan Rusia juga tergelincir selama seminggu terakhir karena seperti Turki, mereka sangat bergantung pada modal asing, terutama dolar.
Diwartakan TribunWow.com dari BBC.com Selasa, (14/8/2018), Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya memperkuat cadangan devisa untuk mengokohkan ketahanan terhadap ketidakpastian ekonomi global, termasuk dampak dari krisis ekonomi di Turki.
"Kita harus jaga stabilitas rupiah dalam nilai yang wajar, inflasi rendah, defisit transaksi yang aman," kata Jokowi dalam rapat terbatas dengan topik lanjutan strategi kebijakan memperkuat cadangan devisa di Kantor Presiden, Selasa (14/08/2018).
• Pemerintah Serahkan Rp 59,55 Miliar Bantuan Untuk Korban Gempa NTB
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/trump-dan-endorgan_20180815_125741.jpg)