Breaking News:

Pilpres 2019

Sekjen Nasdem Sebut Koalisi Jokowi Sudah Solid dan Mapan, Waketum Gerindra: Kok Belum Daftar?

Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono memberikan sindiran kepada Sekjen Partai Nasdem, Johnny G. Plate.

Kolase/Kompas Image/Tribunnews/Rizal Bomantama
Waketum Gerindra, Arief Poyuono dan Sekjen Nasdem, Johnny G. Plate 

TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono memberikan sindiran kepada Sekjen Partai Nasdem, Johnny G. Plate.

Hal itu disampaikan Arief dalam program acara Mata Najwa yang ditayangkan di Trans 7 pada Rabu (8/8/2018).

Malam itu, program Mata Najwa mengangkat tema 'Kejutan 2019' dan membicarakan isu menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Dalam acara tersebut hadir beberapa tokoh politik yang mewakili dua koalisi yang dipastikan akan maju di Pilpres 2019.

Suryo Prabowo: Kemungkinan Pendaftaran Capres Bakalan Mundur karena SBY Membatalkan Koalisi

Dua koalisi tersebut adalah koalisi Jokowi dan Prabowo Subianto.

Koalisi Jokowi diwakili oleh Aria Bima politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Johnny G. Plate Sekjen Nasdem, dan Jazilul Fawaid Ketua DPP PKB.

Sedangkan koalisi Prabowo diwakili oleh Arief Poyuono Waketum Gerindra dan Ferdinand Hutahaean Politikus Partai Demokrat.

Meski belum ada keputusan resmi untuk bergabung dengan dua koalisi tersebut, Yandri Susanto Ketua DPP PAN dan Aboe Bakar Al-Habsi Ketua DPP PKS juga turut hadir sebagai narasumber Mata Najwa.

Politisi PSI Guntur Romli Turut Bahas Jenderal Kardus, Gerindra: Mau Ambil Keuntungan Ya?

Dalam acara tersebut, Sekjen Nasdem menyebut koalisi Jokowi telah solid dan mapan.

"Dialektika di sebelah (koalisi Prabowo) itu telah lama (terjadi) di sini (koalisi Jokowi) dan sudah selesai, sudah solid dan sudah mapan," kata Johnny G. Plate.

Johnny G. Plate mengatakan bahwa koalisi Jokowi telah memenuhi empat faktor penting yang ada dalam Pilpres 2019.

"Dari empat faktor penting pilpres, empat-empatnya selesai. Terbentuknya koalisi yang solid, capres idaman (Pak Jokowi) yang akan melanjutkan pembangunan Indonesia menuju kesuksesan yang lebih hebat lagi, cawapres tinggal diumumkan, dan program visi misi program kerja sesuai tantangan Indonesia 2019-2024 sudah selesai," tambahnya.

Mendengar perihal cawapres Jokowi tinggal diumumkan, Najwa Shihab selaku pemandu acara mendesak Johnny untuk menyebut siapakah sosok tersebut.

"Tinggal diumumkan siapa? Karena tadi sore Cak Imin, Ketua Umum PKB mengatakan belum ketahuan siapa cawapres Jokowi," sahut Najwa.

Johnny tetap berusaha menyembunyikan hal itu dengan mengatakan bahwa keputusan mengumumkan nama cawapres adalah hak Jokowi.

"Di koalisi (Jokowi) ini ada keadaban. Keadabannya karena kami telah menyerahkan hal itu kepada Pak Jokowi untuk memilih dan mengumumkan, maka keadaban itu harus dijaga. Kami menyerahkan kepada Pak Widodo untuk menentukan orangnya dan tanggal kapan didaftarkan," jawab Johnny.

Ramai tentang Jenderal Kardus, Hatta Rajasa Mendadak Datangi Rumah SBY Tadi Malam

Mendengar penjelasan panjang Johnny, Arief Poyuono memberikan sindiran kepadanya.

Arief Poyuono menyebut koalisi Jokowi masih ragu.

"Tapi kok masih ragu ya? Kok belum daftar sampai hari ini. Katanya dialektikanya sudah selesai, sudah punya nama capres, koalisi sudah, programnya sudah, kok belum daftar?" kata Arief Poyuono.

Diskusi antara kedua koalisi tersebut berjalan panas.

Kedua koalisi saling memberi tanggapan dan tidak mau mengalah.

Bahkan Najwa Shihab terlihat kewalahan menghadapi para tokoh politik tersebut.

Guntur Romli Komentari Tudingan Andi Arief terkait Mahar Cawapres Rp 500 Miliar Sandiaga Uno

Selengkapnya dapat disaksikan dalam video berikut.

(*)

Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved