Breaking News:

Kritik Kepemimpinan PKS, Fahri Hamzah: Jangan Merasa Pasti Benar dan Tidak Bisa Salah

Dalam kicauannya, Fahri Hamzah mengaku bahwa dirinya pernah menjadi saksi ketika seorang pimpinan di PKS berbuat salah.

Penulis: Wahyu Ardianti
Editor: Astini Mega Sari
Tribun Medan
Fahri Hamzah 

TRIBUNWOW.COM - Politisi PKS, Fahri Hamzah memberikan kritik soal kepemimpinan di PKS.

Hal itu ia sampaikan melalui akun Twitter @Fahrihamzah pada Jumat (3/8/2018).

Dalam kicauannya, Fahri Hamzah mengaku bahwa dirinya pernah menjadi saksi ketika seorang pimpinan di PKS berbuat salah.

Ia lantas mengaku bahwa dirinya tidak bisa tidur melihat peristiwa tersebut.

Meski demikian, Fahri Hamzah mengungkapkan bahwa dirinya harus tetap memberikan kritik kepada seorang pemimpin karena pemimpin hanyalah manusia biasa.

Beredar Isu Dirinya Bersedia Jadi Cawapres, Ustaz Abdul Somad: Hoax

Politisi yang kini menjabat sebagai wakil ketua DPR RI itu lantas memberikan nasehat agar pemimpin harus senantiasa rendah hati.

"Di PKS, saya pernah melihat pimpinan berbuat salah, saya pernah menjadi saksi betapa fatalnya kalau pimpinan salah dan saya pernah hampir tidak tidur untuk mengurusi akibat kesalahan pimpinan. Ini yang mungkin membuat saya tetap harus kritis karena pimpinan juga manusia biasa.

Suatu hari, Nabi SAW berdebat dengan seorang sahabat yg sedang “mengawinkan” pohon kurmanya. Nabi bertanya, “kenapa kalian lakukan itu”, sahabat menjawab, “dengan begini kurma akan menjadi baik”. Kata nabi SAW, “tanpa kalian apapun akan jadi baik”. Lalu sahabat itu taat.

“Ketaatan” sahabat kepada nabi suatu hari berakibat buruk. Buah kurma menjadi jelek, dan Nabi datang bertanya, “kenapa kurma kalian jelek?”. Sahabat itu menjawab, “ya Rasul, karena kau melarang perkawinan itu, maka kurmanya menjadi jelek”. Demikian jawab sahabat terang.

Setelah itu, keluarlah hadits terkenal” antum a’lamu bi umuriddunyakum”. Artinya,”kalian lebih paham urusan dunia kalian”. Demikianlah, Nabi Muhammad SAW yang mulia, yang dekat dengan TuhanNya juga pernah mengoreksi kesalahannya. Seorang Nabi, kekasih Allah SWT.

Pemimpin harus rendah hati, jangan sok tahu. Jangan merasa pasti benar dan tidak bisa salah. Jika berbuat salah, tak ada salahnya melakukan koreksi. Jangan keras kepala sebab kesalahan pimpinan berakibat fatal kepada kita semua. Mari perbaiki jamaah. Tegakkan Hisbah!," tulisnya.

Idrus Marham Diperiksa KPK, Faizal Assegaf: Pak Jokowi Mesti Lebih Selektif Merekrut Politisi

Diketahui, Mahkamah Agung (MA) memutuskan menolak kasasi PKS.

Ditolaknya kasasi PKS, maka Fahri berhak mendapat ganti rugi imateril sebesar Rp 30 miliar dan dikembalikan posisinya sebagai anggota partai.

Langkah agresif itu ialah mempercepat eksekusi putusan pengadilan agar petinggi PKS membayar ganti rugi imateril sebesar Rp 30 miliar dan membatalkan pemecatan Fahri dari partai.

"Ini misalkan akan ada ekseskusi, saya ingin ini dieksekusi segera supaya ini harus dikaitkan dengan beban partai yang dipimpin oleh pimpinan-pimpinan yang sekarang ini terbukti berbuat salah," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/8/2018) yang dilansir dari Kompas.com.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Partai Keadilan Sejahtera (PKS)Fahri HamzahMahkamah Agung (MA)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved