Presidential Threshold 20 Persen Disebut Warisan SBY, Rizal Ramli Beri Penjelasan yang Berbeda
Sementara itu, Wasekjen DPP Partai Demokrat Rachland Nashidik meminta Mahkamah Konstitusi (MK) menghapus aturan PT 20 persen.
Penulis: Laila N
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Mantan Menteri Keuangan sekaligus mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli, turut angkat bicara mengenai ambang batas pencapresan (Presidential Threshold) 20 persen.
Dilansir TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitter @RamliRizal yang diunggah pada, Minggu (29/7/2018).
Awalnya, Wasekjen DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik, meminta Mahkamah Konstitusi (MK) menghapus aturan PT 20 persen.
"Wajah demokrasi kita saat ini: Ekstrem melawan ekstrem. Dan tak ada jalan lain kecuali memihak salah satu. Jokowi membuat demokrasi kita jadi begini.
MK harus hapus PT 20% agar benturan dapat dihindarkan," kata Rachland.
• Sekjen PSI Pertanyakan Nama Amien Rais yang Tak Muncul dalam Hasil Rekomendasi Ijtima Ulama
Postingan tersebut kemudian ditanggapi oleh netter dengan akun @anandyalina yang meminta agar Rachland Nashidik bertanya kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenai hal tersebut.
"Mas cobak tanya @SBYudhoyono bukankah PT 20% itu legacy nya SBY," tulis Lina.
Menanggapi hal tersebut, Rizal Ramli mengungkapkan pernyataan yang berbeda.
Di mana PT 20 persen bukanlah warisan SBY.
Rizal Ramli mengatakan jika saat itu, mendiang suami Megawati Soekarno Putri, Taufiq Kiemas, menginginkan agar ambang batas pencapresan menjadi 30 persen untuk Pilpres 2004.
Rizal kemudian menyebutkan apabila dirinya dan Abdul Rachim datang dan membujuk Taufiq Kiemas agar menurunkan hal tersebut.
Hingga akhirnya Taufiq Kiemas setuju menjadikan ambang batas pencapresan 20 persen.
"Lina,, maaf Bang TK alm ingin agar ambang batas Presidential 30% utk Pilpress tahun 2004.
Saya dan Abdul Rachim datang dan bujuk Bank TK untuk turunkan krn tidak mungkin PDIP bisa dapat 30%.
Bang TK akhirnya setuju 20, langsung tlp ketua2 Fraksi DPR. Itulah sejarahnya," tulis Rizal Ramli.
Rizal Ramli sempat membahas hal serupa di tahun 2017.
• Sindir Calon Lawan Jokowi di Pilpres 2019, Ruhut Sitompul: Makin Seru Saja Rumah yang di Sebelah