Teddy Gusnaidi Pertanyakan Langkah KPK yang Siapkan Sepeda untuk Pengungkap Kasus Novel Baswedan
Sayembara ini sekaligus bentuk kekecewaan para pegawai KPK terhadap lambatnya pengungkapan pelaku penyerangan.
Penulis: Laila N
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNWOW.COM - Politisi PKPI Teddy Gusnaidi menanyakan aksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyiapkan hadiah sepeda untuk orang yang bisa mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.
Dilansir TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitternya @TeddyGusnaidi yang diunggah pada Sabtu (28/7/2018).
Teddy Gusnaidi menanyakan apakah bentuk pengeluaran dana KPK untuk kepentingan tersebut bukan termasuk korupsi?
"Ini namanya korupsi kan? karena gunakan Dana @KPK_RI untuk kepentingan pribadi. Bagaimana bisa KPK malah melakukan hal ini?
KPK juga bukan babysitter Novel baswedan. Kasus Novel adalah kasus pribadi, bukan kasus politik. Kalaupun ini kasus politik, itu bukan kewenangan KPK," tulis Teddy Gusnaidi.
• Sindir PAN, Ali Ngabalin: Kalau Anda Mau Kabinet Dikasih tapi Jangan Berkhianat

Dikutip dari Kompas.com, KPK menggelar sayembara untuk mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.
Yakni memberikan hadiah sepeda bagi siapa saja yang bisa mengungkap pelaku.
"Sepeda ini akan terus ada di depan lobi KPK sampai pelakunya ditemukan," ujar Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo di Gedung KPK Jakarta, Jumat (27/7/2018).
Yudi menyebut, sepeda yang disiapkan oleh KPK tidak hanya satu unit, melainkan beberapa sepeda.
Hal itu tergantung dari berapa banyak orang yang bisa mengungkap kasus ini.
Sepeda yang disiapkan adalah sepeda BMX yang kini tampak dipajang di depan pintu masuk lobi Gedung KPK.
Di belakang sepeda terdapat spanduk berisi pengumuman sayembara dan gambar wajah Novel Baswedan.
• Tanggapi Postingan Said Didu, Fadli Zon: Jangan sampai BUMN Bangkrut atau Dibangkrutkan
Sayembara ini sekaligus bentuk kekecewaan para pegawai KPK terhadap lambatnya pengungkapan pelaku penyerangan.
Pegawai KPK menuntut Presiden Joko Widodo mendorong kepolisian segera mengungkap pelaku penyerangan.
Selain itu, Jokowi diminta segera membentuk tim gabungan pencari fakta yang terdiri dari berbagai unsur masyarakat yang berintegritas dan berkompeten.