Teddy Gusnaidi Pertanyakan Langkah KPK yang Siapkan Sepeda untuk Pengungkap Kasus Novel Baswedan
Sayembara ini sekaligus bentuk kekecewaan para pegawai KPK terhadap lambatnya pengungkapan pelaku penyerangan.
Penulis: Laila N
Editor: Astini Mega Sari
Pembentukan tim ini diharapkan memunculkan titik terang pengungkapan pelaku penyerangan.
"Sepeda kami taruh di sini sebagai simbol bahwa kami tidak akan pernah berhenti untuk mendukung pengungkapan kasus Bang Novel, bahkan sampai 2019, 2020, dan seterusnya," ujar Yudi.
Diberitakan Tribunnews, aksi tersebut kemudian mendapat apresiasi dari pihak kepolisian.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal, mengatakan hal tersebut merupakan bentuk dukungan untuk Novel dari KPK.
• Zulkifli Hasan Buka Suara soal OTT KPK yang Menjerat Adiknya, Ruhut Sitompul Beri Tanggapan
"Itu bagus, bagus," ujar Iqbal, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (27/7/2018).
Iqbal mengungkapkan jika pihak Polda Metro Jaya selaku penyidik kasus siap menerima segala informasi mengenai kasus ini.
Sementara itu, Novel Baswedan kini telah kembali bekerja di KPK.
Diketahui, wajah Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal seusai menjalankan shalat subuh di masjid dekat kediamannya, pada 11 April 2017 lalu.
Sejak saat itu, Novel fokus menjalani serangkaian operasi guna penyembuhan matanya.
Proses penyembuhan juga dilakukan di rumah sakit yang berada di Singapura.
Menurut hasil diagnosis dokter yang merawatnya pada waktu itu, mata kiri Novel mengalami kerusakan 100 persen.
Sementara, mata kanan Novel mengalami kerusakan 50 persen akibat terkena siraman air keras. (TribunWow.com/Lailatun Niqmah)
• Gerindra Angkat Bicara usai Dikritik karena Usung 27 Bakal Calon Legislatif Mantan Napi Koruptor