Pilpres 2019
Demokrat Beri Jawaban terkait Pertemuan Prabowo dan SBY yang Sempat Tertunda
Sekjen Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan memberikan jawaban apakah pertemuan tersebut masih akan dilakukan atau tidak.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Fachri Sakti Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Pertemuan antara Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat tertunda karena sakit yang dialami SBY.
Sekjen Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan memberikan jawaban apakah pertemuan tersebut masih akan dilakukan atau tidak.
Melalui akun Twitter-nya, @HincaPandjaitan, ia menjawab, pertemuan yang rencananya dilakukan tanggal 18 Juli itu akan tetap terealisasi dan sedang dipersiapkan.
"Terima kasih sahabat sahabat media, tentang pertanyaan “apakah pertemuan antara pak SBY dan pak Prabowo yang tertunda tgl 18 juli lalu masih akan dilakukan?”. saya jawab: “ya, sedang disiapkan dan rencananya besok bisa terealisasi. mohon dukungannya," jawab Hinca, Senin (23/7/2018).
• Indra J Piliang Berikan Sejumlah Alasan Jokowi Harus Memilih Airlangga Hartarto sebagai Cawapres
• Bandingkan Dirinya yang Keluar dari PAN Tahun 2000, Indra J Piliang: Fahri Hamzah Memilih Berkuasa
Sebelumnya, dikutip dari Kompas.com, Hinca Pandjaitan menyatakan bakal ada kejuatan dalam pertemuan antara ketua umumnya, Susilo SBY dan Prabowo Subianto.
Rencananya, pertemuan tersebut berlangsung di kediaman SBY di Kuningan, Jakarta, Rabu (18/7/2018).
"Tanggal 18 (Juli) kami siapkan pertemuan antara SBY dan Prabowo. Akan penuh kejutan," kata Hinca di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/7/2018).
Ia menambahkan, pertemuan SBY dengan Prabowo bertujuan untuk mempertajam pertimbangan Demokrat untuk memilih ketiga opsi yang telah ditetapkan partainya.
Ketiga opsi yang ditetapkan Demokrat yakni bergabung bersama koalisi Presiden Joko Widodo, mengusung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, atau mengusung pasangan calon selain keduanya.
Namun, dengan bergabungnya PKB ke Jokowi, praktis opsi mengusung pasangan calon di luar keduanya bakal sulit.
Kecuali, ada satu partai yang telah bergabung di koalisi Jokowi keluar dan berkenan berkoalisi dengan Demokrat.
• Tsamara Minta Menkumham Pecat Kalapas yang Terlibat Jual Beli Sel Penjara dan Izin Keluar Masuk
Hinca menambahkan, SBY cukup sering bertemu dengan Jokowi membahas pilpres, sedangkan dengan Prabowo baru sekali.
"Pertemuan dengan Prabowo itu terakhir sekali. Masih ingat pertemuan diplomasi nasi goreng di Cikeas? Setelah itu enggak pernah ketemu lagi. Hari ini pertemuan berikutnya, sedangkan pertemuan dengan Jokowi sudah berkali-kali," lanjut dia.
Namun, pertemuan itu harus ditunda lantaran SBY sakit dan dirawat di RSPAD.
"Pertemuan yang tertunda ini akan dilanjutkan kira-kira menunggu kesehatan Pak SBY, hasil ngobrol-ngobrol di rumah sakit kemungkinan minggu depan," ujar Dasco, Wakil Ketua Umum Gerinda, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, (19/7/2018).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/hinca-panjaitan_20171204_073732.jpg)