Politisi PKPI: Koalisi Jokowi Adem Ayem, Saya Sarankan Demokrat Gabung Dengan Gerindra
Politisi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi angkat bicara soal skema koalisi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.
Penulis: Vintoko
Editor: Wulan Kurnia Putri
TRIBUNWOW.COM - Politisi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi angkat bicara soal skema koalisi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.
Dilansir TribunWow.com, hal itu disampaikan melalui akun Twitternya, @TeddyGusnaidi, yang diunggah pada Jumat (20/7/2018).
Mulanya, seorang netizen dengan akun @one_zhaq meminta Teddy membuat analisa skema koalisi Joko Widodo (Jokowi)
• Jadi Tulang Punggung Keluarga, Bastian Steel Ungkap Perjuangan Orangtuanya
@one_zhaq: Buat analisa kok ke partai lain, kenapa tidak membuat analisa skema koalisi Jokowi...?

Cuitan netizen (Twitter)
Terkait hal itu, Teddy Gusnaidi memberikan tanggapannya.
Menurutnya, koalisi Jokowi 'adem ayem' sehingga tidak perlu dianalisa.
• Teddy Gusnaidi Membuat Analisa Skema Koalisi Gerindra, Demokrat dan PKS
Lantas, Teddy menyarankan agar Partai Demokrat bergabung dengan Gerindra supaya bisa bermanfaat dan tidak menjadi kerikil di barisan Jokowi.
@TeddyGusnaidi: Koalisi Jokowi adem ayem jadi gak perlu analisa, tapi karena @PDemokrat sepertinya akan memohon gabung ke barisan Jokowi, saya sarankan untuk gabung dengan @Gerindra.
Selain bisa bermanfaat di sana, juga gak akan jadi kerikil di barisan Jokowi.

Cuitan Teddy Gusnaidi (Twitter)
Sebelumnya diberitakan, Teddy membuat kultwit panjang terkait tiga partai besar di Indonesia, Demokrat, Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai keadilan Sejahtera (PKS).
Sedangkan PKS yang selama ini dekat dengan Gerindra juga terlihat memiliki hubungan harmonis dengan partai berlambang Garuda tersebut.
Bahkan, PKS telah menyiapkan sejumlah kadernya untuk disandingkan dengan Prabowo di Pilpres 2019.
Sementara itu, Demokrat saat ini belum menentukan sikap akan mendukung siapa dalam kontestasi Pilpres nanti.
Namun santer diberitakan, jika Demokrat akan mengusulkan kader terbaiknya sebagai kandidat cawapres partai yang akan di dukung Demokrat nanti.
• Lucky Hakim Bantah Masuk Nasdem Karena Iming-iming Uang Rp 5 Miliar
Atas kondisi tersebut, Teddy Gusnaidi memberikan beberapa analisanya yang ditulis dalam kultwitnya, Kamis (19/7/2018).