Pilpres 2019
Komentari Hasil Survei LIPI, Saiful Mujani Terangkan Perilaku Politik Pemilih saat Ini
Hasil Survei dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tekarit simulasi pilihan calon presiden (capres) dirilis Kamis (19/7/2018).
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Fachri Sakti Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Hasil Survei dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tekait simulasi pilihan calon presiden (capres) dirilis Kamis (19/7/2018) melalui analis politik LIPI, Syamsuddin Haris.
Dari hasil survei itu, menyatakan jika pilihan responden terhadap simulasi tiga capres masing-masing adalah Jokowi mendapatkan 57,4 persen , Prabowo 25,8 persen, sedangkan Gatot Nurmantyo 4,9 persen.
Sementara jika disimulasikan dua capres, maka Jokowi mendapat 58,2 persen, dan Prabowo 26,6 persen.
"Hasil survei LIPI yang dirilis hari ini: Jika simulasi tiga nama, pilihan responden terhadap capres, masing-masing adalah Jokowi 57,4%, Prabowo 25,8%, Gatot N 4,9%. Bila simulasi dua nama, Jokowi 58,2% dan Prabowo 26,6%," tulis Syamsuddin Haris.
• Fahri Hamzah: Saya Khawatir BUMN dalam Masalah Besar
Menanggapi hal tersebut, lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) berkomentar melalui direkturnya, @saifulmujani.
Saiful Mujani mengatakan jika perilaku pemilih sangat dinamis dan sukar ditebak, sehingga hasil survei hari ini belum tentu sama dengan hasil survei saat hari pencoblosan atau sehari sebelum pencoblosan.
"Yang kalah dalam pemilihan pada hari H nanti dan hasilnya berbeda signifikan dengan hasil survei ini akan mengatakan survei lipi ini ga akurat dan menipu. perilaku politik pemilih itu tidak seperti sifat air yang akan mendidih kalau dipanaskah 100 derajat C kapanpun. faham?," jawab Saiful Mujani.
• Politisi PKPI: Koalisi Jokowi Adem Ayem, Saya Sarankan Demokrat Gabung Dengan Gerindra
Jawaban Saiful ini pun menadapatkan banyak komentar dari netizen yang juga dibalas oleh nya.
@Abaaah : Sudah kayak Tuhan aja pak. Menang dlm survei skrg tidak otomatis menang di hari H nanti, masih 9 bukan lagi.
Jikapun metodologinya valid, potret saat ini gak selalu mencerminkan masa depan.
Contoh di DKI, Ahok menang di survei, kalah di bilik suara.
@SaifulMujani : ahok tidak pernah menang di hampir semua survei kalau head to head
@syahrial_nst: Enak buat dibaca aja deh. Kasianlah cari makannya lewat utak-atik persentase. Hasil Pilkada Jabar dan Jateng fakta menarik bhw sampel lembaga survei tdk akurat menggambarkan hari H. Anggap aja tebak2an ga pake hadiah :))
@SaifulMujani : tebak2 an. tapi banyak dipake orang. di jabar dulu pak agum unggul di survei sblm hari h. hari h kalah sama calon pks. ga ada ribut. pak agum ga gugat survei. karena pks menang? yng bikin onar pada survei orang pks?
• Fahri Hamzah Sebutkan 5 Tuntutan Aksi Bela Pertamina yang Tolak Akuisisi Pertagas oleh PGN
Sementara itu, dikutip dari Kompas.com, berdasarkan SMRC, nama Jokowi masih mengungguli Prabowo di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
"Bila pemilihan presiden diadakan sekarang di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, Jokowi unggul di atas calon-calon lain, termasuk Prabowo" kata peneliti SMRC Sirojudin Abbas saat memaparkan hasil surveinya di Kantor SMRC, Jakarta, Jumat (22/6/2018).
Abbas mengatakan, dalam simulasi dua nama di Jawa Barat, Jokowi mendapatkan dukungan 48,3 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/kompascom_20170930_104704.jpg)