Pilpres 2019
Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi Sebut Demokrat, PKB, dan PAN Tak Bernyali Keluar dari Barisan Jokowi
Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi turut mengomentari tarik ulur sejumlah partai mengenai Pilpres 2019.
Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Wulan Kurnia Putri
TRIBUNWOW.COM - Dewan Pakar PKPI, Teddy Gusnaidi turut mengomentari tarik ulur sejumlah partai mengenai Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
Dilansir TribunWow.com, hal itu tampak dari laman Twitter @TeddyGusnaidi yang diunggah pada Kamis (12/7/2018).
Teddy Gusnaidi awalnya menyebut jika PAN 100 persen sudah berada di kubu Joko Widodo (Jokowi).
Setelah itu ia kemudian membahas mengenai manuver politik Demokrat, PKB, dan PAN.
Di mana 3 partai besar itu ia sebut tidak memiliki nyali untuk keluar dari barisan Jokowi.
• Nadirsyah Hosen: Nama Cawapres Jokowi Nanti Bikin Gempar, Inisialnya KM
Ia bahkan menantang mereka untuk membuktikan jika mereka bernyali.
Berikut pernyataan Teddy mengenai hal tersebut.
"PAN itu 100% sudah dikubu Jokowi.
Tujuan PAN bicara begini bukan untuk menyerang @Prabowo, tapi mengirim sinyal ke Jokowi, agar mereka bisa punya bargain.
Mungkin minta tambah jumlah Menteri..
Sayangnya ini trik kuno, yang ada bakal dicuekin.
@ZUL_Hasan @Official_PAN
1. Ada yang masih bertanya ke saya soal manuver Demokrat, PKB dan PAN, mereka sepertinya tidak akan bergabung dengan barisan pendukung Jokowi.
Saya jawab, sudahlah.. mereka bertiga gak perlu dipikirin, gak ada nyali mereka untuk keluar dari barisan Jokowi. Itu pasti..
2. Coba saja tantang, apakah mereka seberani PKS atau Gerindra yang terang-terangan menyatakan tidak akan mendukung Jokowi di Pilpres 2019?
Coba wartawan tanya ke Demokrat, PKB dan PAN begitu, yang ada bakal planga-plongo.
Gak akan bernyali sama sekali mereka menyatakan itu.
• Lalu Muhammad Zohri, dari Rumah Gubuk Menjadi Juara Dunia Lomba Lari
3. Lalu kenapa mereka berulah? Karena mereka bertiga itu ingin "dianggap".
Mereka sadar, tanpa ada mereka, Jokowi tidak akan resah dan gelisah.
Dengan masuk kubu Jokowi belakangan, mereka merasa hanya menjadi pemeran pembantu.
Mereka ingin dianggap sebagai pemeran utama juga.
4. Seharusnya kalau berfikirnya untuk kemaslahatan bangsa, ngak perlu begitu.
Tentukan sikap dan bantu perjuangan Jokowi.
Tokh, kalau Jokowi jadi Presiden lagi, tentu mereka menjadi bagian yang akan ikut menggerakkan bangsa ini di Pemerintahan.
Pasti diikutsertakanlah..
5. Jadi biarkan saja Demokrat, PAN dan PKB sibuk nyari perhatian Jokowi.
Kalau mereka gak jadi gabung dengan Jokowi ya sudah.
Tokh, Jokowi sudah cukup dengan Partai-Partai yang tidak neko-neko. bahkan Partai-Partai mempersilahkan Jokowi memilih Cawapresnya.
• Reaksi Tommy Soeharto saat Kasus Pembunuhan yang Pernah Menjeratnya Diungkit Najwa Shihab

6. Kalau PKB, PAN dan Demokrat mau mengusulkan Capres dan Cawapres sendiri silahkan saja, misalnya Muhaimin - AHY atau Muhaimin - Zulkifli.
Tapi kenapa sampai detik ini tidak mereka lakukan?
Karena mereka sadar, mereka sama sekali tdk bisa dijual jika harus berhadapan dgn Jokowi.
7. Jadi apakah mereka akan bergabung dengan Jokowi?
Jawabannya, Gerindra dan PKS saja yang berani mengatakan tidak akan mendukung Jokowi, sekarang sedang mencari cara untuk berbelok ke Jokowi, apalagi mereka bertiga yang gak punya nyali mengatakan itu?
• Jawaban Tommy Soeharto saat Ditanya Najwa tentang Skandal Penyelewengan Dana Yayasan Supersemar
8. Kalau mereka berani mengatakan tdk akan mendukung Jokowi & berani berkoalisi mendukung Muhaimin-AHY/Zulkifli, saya acungin jempol.
Hebat, karena mrk berani bersikap walaupun 99,9% mereka sendiri yakin mereka kalah.
Tapi itu lebih baik daripada berisik nyari perhatian terus.
9. Jadi kalau mereka berulah lagi, suruh mereka jawab tantangan gue, apakah mereka berani? 100% gue yakin, mereka tidak akan punya nyali setetes pun untuk menerima tantangan gue.
@PDemokrat @Official_PAN @DPP_PKB @SBYudhoyono @ZUL_Hasan @cakimiNOW
Terima kasih," tulis Teddy Gusnaidi.

Diketahui, pendaftaran pasangan capres dan cawapres dalam Pemilu 2019 dibuka pada 4 Agustus hingga 10 Agustus 2018 mendatang, yang artinya kurang dari satu bulan lagi.
Meski demikian, kubu Jokowi belum mengumumkan secara pasti siapa yang bakal dipilih untuk mendampingi petahana dalam kontestasi Pilpres 2019.
Sementara itu, sejumlah partai seperti Demokrat juga mengumumkan langkah politik yang mereka ambi.
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan jika pihaknya akan mengumumkan hal itu diwaktu yang tepat.
• Kritik Menteri Susi, Fahri Hamzah: Bertambahnya Jumlah Ikan setelah Pertunjukan Ngebom Itu Bohong
(TribunWow.com/Lailatun Niqmah)