Wali Kota di Filipina, Antonio Cando Halili Tewas Ditembak saat Upacara Bendera
Wali Kota di Filipina Antonio Cando Halili tewas setelah ditembak seorang sniper saat mengikuti upacara bendera mingguan di balai kota.
Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNWOW.COM - Wali Kota di Filipina Antonio Cando Halili tewas setelah ditembak seorang sniper saat mengikuti upacara bendera mingguan di balai kota.
Dilansir TribunWow.com dari Daily Mail pada Selasa (3/7/2018), akibat dari penembakan tersebut, Antonio tewas meski sempat dilarikan ke rumah sakit.
Antonio dilaporkan terkena tembakan pada bagian dada.
Saat itu, ia dan pegawai pemerintah sedang menyanyikan lagu kebangsaan Filipina di Tanauan, sebuah kota di Provinsi Batangas, barat daya Ibu Kota Manila.
Wakil Wali Kota Jhoanna Villamor pun mengaku terkejut dengan insiden itu.
• Sidang Kasus Pembunuhan Aiptu Suanda Ricuh, Berikut Videonya
"Kami terkejut, kami sedih," ungkapnya yang saat kejadian berdiri di samping Antonio.
Video penembakan tersebut bahkan sempat beredar dan viral.
Dari video yang beredar, tampak satu kali tembakan saat upacara tengah berlangsung.
Sementara itu, diberitakan Sidney Morning Herald, saat penembakan, suasana upacara langsung menjadi ricuh dan tegang.
• Pamer Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Sidrap yang Baru Diresmikan, Jokowi Bikin Vlog Pakai Ponselnya
Ratusan pegawai yang mengikuti upacara banyak yang menjerit, berlarian dan mencari tempat perlindungan.
Dugaan sementara, pelaku merupakan seorang penembak jitu.
Penyelidikan atas insiden tersebut pun terus dilakukan oleh pihak berwenang.
Antonio sendiri merupakan sosok yang terkenal karena memprakarsai 'walk of shame' parade yang mengarak para pengedar narkoba di jalanan kota.
Para pengedar narkoba tersebut dipaksa memakai tanda dari kardus dengan tulisan "Saya pengedar, jangan tiru saya".
• Profil Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Terpilih Dua Kali hingga Jadi Saksi Kasus Korupsi Dermaga Sabang
Pihak kepolisian mengatakan jika pemerintah FIlipina telah membunuh lebih dari 4.200 pengedar narkoba sejak perang melawan narkoba digaungkan oleh Presiden Rodrigo Durtete dua tahun lalu.