Teddy Gusnaidi: Demokrat Tidak Mau Ditinggalkan Gerbong Jokowi
Teddy Gusnaidi menanggapi soal poros Jusuf Kalla (JK) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menguat.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Fachri Sakti Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Dewan Presidium Nasional (DPN) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi menanggapi soal poros Jusuf Kalla (JK) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menguat.
Tanggapan tersebut disampaikan Teddy Gusnaidi melalui akun Twitter-nya, @TeddyGusnaidi, Selasa (3/7/2018).
Mulanya, akun netizen @KurniantoTjan meminta analisa Teddy terkait JK-AHY.
Teddy pun menjawab bahwa anak-anak di Partai Demokrat tidak paham permainan politik tingkat tinggi.
• Beberkan tentang Demokrasi, Fahri Hamzah: Konsep Dasar Gagal Dipahami Termasuk Pejabat Tinggi Negara
Setelah kedatangan JK, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak berisik lagi.
Hal tersebut menunjukkan bahwa Demokrat tidak mau ditinggalkan gerbong Joko Widodo (Jokowi).
"Udahlah.. anak-anak di Demokrat itu mana ada yang paham permainan politik tingkat tinggi sih? pasca kedatangan JK, SBY gak berisik lagi. Sudah jelas bahwa Demokrat gak mau ditinggalkan gerbong Jokowi.
Manalah anak-anak itu paham soal beginian," tulis Teddy Gusnaidi.
• Rizal Ramli: Mas Jokowi Bagus soal Infrastruktur, Tapi Payah Berat dalam Pengelolaan Makro Ekonomi
Sementara itu, dikutip Tribunwow.com dari Kompas.com, wacana untuk menduetkan Jusuf Kalla-Agus Harimurti Yudhoyono di pemilihan presiden 2019 terus menguat di internal Partai Demokrat.
Elite-elite Partai Demokrat bahkan sudah memamerkan gambar JK-AHY di media sosial.
Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Demokrat Imelda Sari, misalnya, memamerkan gambar tersebut lewat status WhatsApp Mesengger dengan keterangan: JK-AHY will coming soon.
Tak hanya Imelda, Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief juga mencuitkan wacana tersebut di akun Twitternya, @andiarief_.
"Bakal seru Kalau Jokowi-BG, Prabowo -Aher, JK-AHY," tulis Andi Arief, Senin (2/7/2018).
• Dolar Capai Rp 14.425, Sejumlah Ekonom Angkat Bicara
Selain itu, Imelda juga mengatakan, Partai Demokrat sudah mengadakan polling internal.
Hasilnya, 90 persen kader menginginkan adanya Koalisi Alternatif di luar koalisi Presiden Joko Widodo dan kelompok oposisi.