Menteri Susi Kirim Pesan ke Jurnalis Asing soal Pemberitaan Perbudakan Nelayan di Benjina

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastusi mengirimkan pesan berisi pertanyaan kepada dua jurnalis media asing Asia Times.

Menteri Susi Kirim Pesan ke Jurnalis Asing soal Pemberitaan Perbudakan Nelayan di Benjina
INSTAGRAM
Susi Pudjiastuti 

Diberitakan oleh mereka, sudah tiga tahun sejak ratusan "budak" nelayan dari kapal yang terdampar ditemukan di sebuah pulau terpencil di Indonesia Bagian Timur, yakni di Kepulauan Aru, Maluku.

Mereka dibuang oleh pemilik kapal yang tidak bermoral, penderitaan mereka adalah kisah horor yang menjadi berita utama di seluruh dunia.

Namun masalah yang menganggu industri perikanan terkenal di Asia Tenggara tetap berantakan dan tidak terselesaikan.

Hampir 3.000 nelayan telah diselamatkan dari Pulau Benjina.

Tanggapi Omongan LBH Jakarta, Raja Juli Antoni: Mas Anies-Sandi Pasti Ngaku Tidak Tahu Apa-apa

Mereka diduga menjadi korban perbudakan oleh sebuah perusahaan perikanan milik Thailand.

Setelah tiga tahun berlalu, pada sebuah seminar di Bangkok pekan lalu, dikatakan jika masih banyak orang-orang yang terdampar di sana, seperti nelayan asing dari Thailand, Myanmar, Kamboja, dan Laos.

Mereka yang kembali mengatakan jika mereka hanya menerima sedikit upah atau bahkan sama sekali tidak dibayar ketika bekerja di Benjina.

Perwakilan dari International Labour Organization (ILO) mengatakan jika kerja paksa, perdagangan manusia, dan pekerja yang tidak dibayar terus menjadi perhatian.

Chairat Ratchapaksi, seorang pria asal Thailand mengatakan jika pada tahun 2013 ia berangkat ke Indonesia.

"Pada tahun 2013, salah satu rekan saya dari desa yang sama mengajak saya untuk pergi ke Indonesia.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved