Kasus Terorisme
Tangkal Radikalisme di Perguruan Tinggi, Azyumardi Azra: Kembalikan HMI, PMII & IMM ke Dalam Kampus
"Kembalikan organisasi ekstra mahasiswa spt HMI, PMII, dan IMM ke dalam kampus, sehingga mengurangi dominasi organisasi Islam 'kanan'."
Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Pernyataan Asrorun Niam tersebut disepakati oleh Azyumardi Azra.
Azyumardi menambahkan, ketiga organisasi tersebut harus kembali masuk kampus.
Ia menjelaskan, semenjak ditetapkannya Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK) di era Orde Baru, organisasi ekstra seperti HMI, PMII dan IMM dilarang untuk berkegiatan di dalam kampus.
Sehingga, yang memegang kendali di organisasi intra kampus dikuasai oleh kelompok organisasi mahasiswa 'kanan' yang mudah tergelincir kepada paham radikalisme.
"Saya kira perlu membawa kembali organisasi ekstra kampus, seperti HMI, PMII, IMM dan sebagainya karena sejak zaman NKK/BKK organisasi ini dikeluarkan semua dari kampus," kata Azyumardi Azra.
"Akibatnya yang memegang kendali di kampus adalah kelompok-kelompok organisasi mahasiswa yang cenderung ke kanan."
"Kalau dia cenderung ke kanan, ya dengan mudah bisa tergelincir ke dalam paham yang intoleran dan radikal."
"Jadi saya kira langkah-langkah itu harus dilakukan," kata Azyumardi.
• 3 Fakta Pembangunan UIII, dari Lahan hingga Rujukan Kemajuan Peradaban Islam di Dunia
Penangkapan teroris di Kampus UR
Diberitakan sebelumnya, Tim Densus 88 melakukan penggeledahan di Kampus Universitas Riau, Sabtu (2/6/2018) pada siang hari sekitar pukul 14.00 WIB.
Saat penggeledahan, sekitar gedung dengan radius sekitar 15 hingga 20 meter disterilkan.
Puluhan anggota dari Satuan Brimob yang bersenjata lengkap pun bersiaga di sekitar lokasi.
Termasuk sejumlah kendaraan taktis juga standby.
Dari penggeledahan, sejumlah barang, empat bom siap pakai, dan tiga terduga teroris diamankan.
ketiga terduga teroris yang ditangkap tiga orang tersebut masing-masing berinisial Z, K, dan D.
Kapolda Riau Irjen Pol Nandang mengatakan ketiga teroris tersebut merakit bom di gelanggang mahasiswa kampus Fisip Universitas Riau.