Breaking News:

Mengaku Pernah Dibanjiri 'Bullying', Said Didu: Jangan Berhenti Suarakan Kebenaran walau Dibully

Muhammad Said Didu mengaku mendapat banyak perundungan dalam waktu yang sangat lama.

Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Fachri Sakti Nugroho
tribunnews
Said Didu 

TRIBUNWOW.COM - Muhammad Said Didu mengaku mendapat perundungan (bullying) dalam waktu yang sangat lama.

Perundungan tersebut datang dari dua hal, yakni pendapatnya tentang kedatangan tenaga kerja asing (TKA) ilegal dan pembangunan Meikarta.

Meski mendapat banyak perundungan, mantan Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia ini tak patah arang.

Pasalnya, dua hal yang disampaikannya tersebut terbukti terjadi, menurut Said Didu.

Oleh karenanya, Said Didu mengimbau untuk tidak berhenti menyuarakan kebenaran meskipun mendapat perundungan.

Marak Fitnah Jelang Pilpres, Nadirsyah Hosen: Menang Secara Beradab, Kalahpun dengan Terhormat

"Ada 2 topik yg menyebabkan saya dibully sangat lama, yaitu ttg : 1) kedatangan TKA ilegal, dan 2) tentang pembangunan Meikarta. Keduanya terbukti. Jangan berhenti suarakan kebenaran walau Anda dibully," kicau Said Didu, Minggu (3/6/2018).

Koruptor Tak Punya Independensi, Mahfud MD: Tak Akan Berani Bicara Benar karena Takut Ditelanjangi

Dibertakan sebelumnya, kasus TKA menjadi pembicaraan publik menyusul adanya temuan dari Ombudsman Republik Indonesia (ORI).

Ombudsman mengaku menemukan banyak tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja sebagai buruh kasar, bahkan sopir.

Temuan tersebut berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan ORI pada Juni-Desember 2017 di tujuh provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, Sumatera Utara, dan Kepulauan Riau.

"Buruh kasar TKA sebetulnya ada di mana-mana," kata Komisioner Ombudsman Laode Ida dalam jumpa pers di Kantor Ombudsman, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 26 April 2018.

Laode sedikit menyinggung soal perlengkapan standar yang digunakan dalam sebuah proyek.

Di situ, kata Laode, penggunaan topi berwarna kuning adalah untuk kuli atau buruh kasar.

Sedangkan penggunaan topi merah digunakan supervisor.

Lalu, topi berwarna hijau dikenakan seorang manajer.

Penggunaan topi itu sesuai apa yang ditemukan Ombudsman di lapangan.

Halaman
12
Tags:
Muhammad Said DiduBullyingTwitter
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved