Mengaku Pernah Dibanjiri 'Bullying', Said Didu: Jangan Berhenti Suarakan Kebenaran walau Dibully
Muhammad Said Didu mengaku mendapat banyak perundungan dalam waktu yang sangat lama.
Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Ombudsman banyak menemukan TKA yang menggunakan topi kuning, alias buruh kasar.
"Umumnya di lapangan harusnya kan untuk TKA paling banyak topi hijau dan merah, tapi kenyataannya 90 persen lebih topi berwarna kuning atau buruh kasar," ungkap Laode.
• Disebut Buzzer Jokowi Oleh Dipo Alam, Rustam Ibrahim Mengaku Kaget
Selain sebagai buruh, tim Ombusman juga menemukan adanya TKA yang bekerja sebagai sopir di Morowali.
Bahkan, jumlahnya terbilang banyak, hingga 200 orang TKA dalam satu perusahaan.
"Di Morowali sekitar 200 sopir angkutan barang adalah TKA. Itu yang terjadi. Masa orang kita jadi sopir saja enggak bisa?" papar Laode.
Temuan Ombusman ini jelas berbeda dengan data yang dirilis oleh pemerintah, di mana TKA bukan bekerja sebagai pekerja kasar.
Terkait TKA, Said Didu sebetulnya sudah pernah menyampaikannya kepada publik jauh sebelum adanya temuan Ombudsman.
Namun ia justru mendapat perundungan karena mengungkap masalah tersebut.

(TribunWow.com/Fachri Sakti Nugroho)