BPK Soroti Kebijakan Pangan Pemerintah yang Masih Impor Beras Ketika Musim Panen

Kebijakkan pangan nasional masih dikritisi BPK karena data produksi belum bisa mencukupi kebutuhan pangan

BPK Soroti Kebijakan Pangan Pemerintah yang Masih Impor Beras Ketika Musim Panen
KOMPAS.COM
Rizal Djalil Anggota IV BPK 

TRIBUNWOW.COM - Kebijakkan pangan nasional masih dikritisi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) karena data produksi belum bisa mencukupi kebutuhan pangan.

BPK menilai kebijakkan pangan selama ini belum tepat sasaran.

Pemerintah mengklaim stock produksi cukup, namun kenyataannya bahan pangan sering kali hilang di pasaran dan justru membuat harga pangan semakin mahal, Selasa (22/5/2018).

Rizal Djalil selaku anggota IV BPK mengatakan data mekanisme impor pemerintah tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat

beras
beras (ist)

"Kalau jaman dulu kita ingat gudang Bulog-nya penuh di mana-mana, sekarang produksi itu ada di mana sebenarnya?, yang dikatakan meningkat tapi keberadaan itu di mana? Di tengah kita sedang panen raya justru diputuskan impor, saya paham pemerintah tidak mau ambil resiko apalagi ini bulan puasa jadi sah-sah saja, masalahnya bagaimana sekarang angka ditetapkan?," kata Rizal yang ditemui di Auditorium BPK RI.

Kemenag Rekomendasikan 200 Ustaz, Amien Rais: Bikin Penyok, Tolong Dicabut

Rizal juga mempertanyakan mekanisme impor yang selama ini digunakan pemerintah.

Selain itu, Rizal menambahkan, saat ini sistem pelaporan produktivitas padi juga belum akuntabel.

Namun demikian, Rizal mengapresiasi adanya inisiatif penggunaan satelit dan metode kerangka sampling area untuk melihat produktivitas padi di beberapa wilayah.

Buat Gebrakan Tepat Peringati 20 tahun Reformasi, Hanum Rais: Ini Pertama Kali Amien Rais Memilki

"Dengan itu mudah-mudahan hasilnya atau data terkait produktivitas bisa lebih baik lagi," imbuh Rizal.

Komponen lainnya yang turut memengaruhi ketidakakuratan data soal beras adalah banyaknya lahan pertanian padi yang dialihfungsikan, terutama di wilayah yang menjadi sentra penghasil beras.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved