Denny Siregar: Orang Indonesia Tidak Mudah Ditakuti oleh Teroris
Pegiat media sosial, Denny Siregar menuliskan opininya soal teroris. Bahkan ia menuliskan sosok teror sesungguhnya
Penulis: Woro Seto
Editor: Woro Seto
TRIBUNWOW.COM - Pegiat media sosial, Denny Siregar menuliskan opininya soal teroris.
Dilansir TribunWow.com, melalui akun Facebooknya Denny Siregar yang ia unggah pada Selasa (15/5/2018).
Teror bom yang terjadi disejumlah tempat di Surabaya membuat publik memberikan simpati.
Bahkan, di jejaring media sosial, bermunculan sejumlah tagar yang berisi duka cita, memberikan semangat moral kepada keluarga korban.
Denny Siregar menuliskan catatannya yang membahas soal polemik teror.
Berikut catatan Denny Siregar:
"KAMI TIDAK TAKUT...
Di grup2 wa bertebaran meme2 lucu yang memparodikan tentang terorisme..
Hanya karena etika terhadap korban yang meninggal, maka meme2 itu tidak disebar ke publik melalui media sosial, tapi hanya di grup2 pribadi.
• Ditanya soal Pencekalan Najib Razak, Mahfud MD: yang Dilakukan Mahathir Mohammad Benar
Saya yakin mereka yang membuat dan menyebarkan meme2 itu bukannya tidak menghormati para korban bom yang meninggal. Tetapi memang disitulah uniknya orang Indonesia..
Orang kita dikenal mampu membuat humor2 dalam menghadapi tekanan sesulit apapun. Humor - bagi saya dan mereka - adalah bentuk perlawanan dalam menghadapi teror.
Malah tagar #kamitidaktakut, buat kami sesungguhnya adalah bentuk ketakutan yang tertulis. Teror tidak bisa dilawan dengan tagar. Teror hanya bisa dilawan dengan humor.
Teror sendiri berarti bentuk ketakutan yang nyata. Dan lawan dari rasa takut adalah kelucuan. Dengan kelucuan, maka pesan ketakutan yang ingin disebarkan teroris akan menjadi netral.
Hanya saja banyak yang tidak memahami ini, sehingga kelucuan dalam bentuk joke atau meme dianggap tidak sopan. Apalagi ketika ada korban jiwa. Semua harus tertunduk sedih dan meratap. Itu sudah "hukum yang tidak tertulis" di masyarakat yang baperan.
Coba saja ada yang keluarkan meme yang lucu saat peristiwa pemboman terjadi, pasti dia akan dimaki. Dianggap tidak perdulilah, tidak empati pada keluarga korbanlah dan banyak lagi.
• Aksi Teror Bom di Surabaya, Andi Arief Sesalkan Pernyataan Kapolri Tito Karnavian