Astaga, Kepala Sekolah Tega Gagahi Siswinya di Ruang Piano, Benarkah?
Pria 33 tahun ini, mulai merasakan pengapnya ruangan lembaga pemasyarakatan seiring dengan ditetapkannya dia sebagai tersangka oleh penyidik.
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sekitar pukul 10.00 WIB, orangtua LT baru bisa bertemu dengan AAH di ruangan kantor sekolah untuk mendaftarkan anaknya.
Baca Juga: Mohamed Salah Beberkan Alasan Mengapa Tak Hadiri Sesi Latihan Jelang Laga Liverpool vs Arsenal
Usai mendaftarkan sang anak, orangtua LT kembali ke Blitar.
Sementara LT tetap di sana dengan ditemani sang adik.
Dia memang sempat menangis dan minta ditemani karena saat itu lingkungan sekolah sedang sepi.
Maklum, masih masa liburan.
Selama di sekolah itu, AAH mengzinkan LT dan adiknya tidur di kamar tamu yang ada di ruangan guru.
Sekitar pukul 19.30 WIB, AAH memanggil korban dan adiknya.
Dalam pertemuan ini, AAH yang sempat melihat LT menangis.
"Kenapa tadi menangis? udah gak usah takut. Kalau tidak berani tidur di pondok putri, tidur di kantor. Udah masalah mutasi dan yang lain-lain saya yang atur. Kamu jangan ke mana-mana, di sini aja gak usah pulang," kata AAH.
Setelah mengatakan demikian, AAH meminta adik korban kembali ke ruangan kantor guru.
Dalihnya, AAH ingin bicara empat mata dengan LT.
Baca Juga: Donor Ginjal untuk Lunasi Utang, Pasca Operasi Ita Diana Malah Dapat Makian dan Ancaman
Saat tinggal LT dan AAH di ruangan tersebut, LT sempat bertanya di mana seragamnya.
AAH pun kemudian mengambil seragam namun tak langsung menyerahkannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/ilustrasi-persetubuhan_20171119_083000.jpg)