Mengenaskan! Akibat Letusan Gunung Agung, Para Pengungsi di Bali Terserang Penyakit Ini
Warga yang mengungsi karena erupsi Gunung Agung mulai terserang penyakit.
Editor: Fachri Sakti Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Warga yang mengungsi karena erupsi Gunung Agung mulai terserang penyakit kulit.
Dikabarkan dari Tribunbali, sejumlah pengungsi di Karangasem mulai merasakan gatal-gatal akibat abu dari letusan Gunung Agung.
Satu diantaranya I Wayan Warni, pengungsi dari Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem.
Ditemui di Posko Pengungsian Desa Sibetan, Karangasem, Bali, Warni mengaku gatal sejak tiga hari yang lalu.
Setelah erupsi, hujan debu vulkanik melanda kawasan Jungutan dan sekitarnya.
Warga pun tak luput terkena imbasnya.
"Mungkin abu vulkanik kemarin yang menyebabkan gatal, dan baru dirasakan sekarang,"jelas Warni.
Gunung Agung Muntahkan Butiran Abu Sebesar Biji Merica, Begini Penjelasan PVMBG
Warni juga menerangkan bahwa penyakit kulit mulai merabah ke posko pengungsian, seperti pengungsin Desa Sibetan, Bebandem, Selat, dan Macang.
Ia menambahkan, para pengungsi banyak yang mengalami gatal, panu, dan bintik - bintik.
Guna mengantisipasi parahnya penyakit tersebut, hampir sebagian pengungsi kini telah memeriksakan diri ke posko.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama pun membenarkan hal tersebut.
Jumlah pengungsi yang menderita penyakit kulit terus mengalami peningkatan tiap hari.
Hingga kemarin, hampir 5.150 orang pengungsi menderita penyakit kulit.
Perhari, pengungsi yang mengeluhkan penyakit kulit hampir 100 orang.
Kabar Terbaru Gunung Agung, 7 Hal Ini yang Terjadi!
Penyakit tersebut paling banyak menjangkiti anak-anak, orang tua dan orang dewasa yang tersebar di seluruh pengungsian di Karangasem.
"Penyakit dermatitis (kulit) meningkat drastis pasca erupsi 21 Nopember, setelah hujan abu,” ujar I Gusti Bagus Putra Pertama, Rabu (6/12/2017).
Banyaknya pengungsi yang menderita penyakit kulit karena cuaca di posko pengungsian terus berubah.
Kemungkinan ada pengungsi yang alergi dengan dingin saat hujan.
Apalagi, sebagian pengungsi tidur di bawah beralas terpal.
Sehingga sangat rawan terserang penyakit kulit.
Penyebab lainnya, para pengungsi mungkin tidak cocok dengan air yang ada.
Mereka kadang mandi di Sungai, dan di WC umum secara bergiliran. (*)
Berita ini sebelumnya telah tayang di Tribun Bali dengan judul "Pengungsi Mulai Terserang Penyakit Kulit"