Breaking News:

Berkaca dari Kecelakaan Choirul Huda, Jangan Sepelekan Benturan Kepala saat Olahraga

Bagi kebanyakan orang, benturan kepala dianggap sebagai risiko yang wajar, terutama jika terjadi dalam sebuah olahraga kontak fisik.

Editor: Galih Pangestu Jati
surya/dya ayu
Kiper Persela Choirul Huda dilarikan ke rumah sakit 

Satu jenis cedera kepala tertentu dapat memengaruhi satu area fungsional otak saja, atau meliputi daerah lain di sekitar area benturan, atau semua bidang otak.

Apa saja tanda dan gejala cedera kepala traumatik?

Tergantung dari tingkat keparahannya, cedera otak akibat benturan kepala berkisar dari ringan hingga parah.

Tanda dan gejala klasik dari gegar otak, termasuk:

  •     Kebingungan
  •     Depresi
  •     Pusing atau masalah keseimbangan
  •     Penglihatan ganda atau buram
  •     Merasa pening, goyah, terhuyung-huyung
  •     Kelelahan
  •     Sakit kepala
  •     Hilang ingatan
  •     Mual
  •     Sensitivitas terhadap suara atau cahaya
  •     Sulit tidur
  •     Sulit berkonsentrasi dan mengingat

Inilah Permintaan Terakhir Kiper Persela Choirul Huda Kepada Timnya, Tak Disangka Ternyata . . .

Cedera otak traumatik ringan hanya didiagnosis ketika ada perubahan status mental (hilang kesadaran, bengong, kebingungan) pada saat cedera terjadi. Indikasi bahwa cedera kepala lebih serius daripada gegar otak dan membutuhkan perawatan darurat meliputi:

  •     Perubahan ukuran pupil
  •     Keluar cairan bening atau darah dari hidung, mulut, atau telinga
  •     Kejang
  •     Fitur wajah berubah
  •     Memar di wajah
  •     Keretakan tengkorak atau wajah
  •     Kerusakan pendengaran, indera pencium, perasa, dan penglihatan
  •     Ketidakmamuan untuk menggerakkan satu atau lebih tungkai tubuh (tangan, kaki, leher)
  •     Mudah marah
  •     Pusing
  •     Hilang kesadaran (bisa sangat singkat, beberapa detik hingga menit, atau berjam-jam)
  •     Laju pernapasan rendah
  •     Gelisah, teledor, koordinasi anggota tubuh berantakan
  •     Sakit kepala parah
  •     Bicara cadel atau penglihatan kabur
  •     Leher terasa kaku atau muntah
  •     Gejala (apapun) semakin parah setelah pemulihan tahap awal
  •     Pembengkakan di area benturan
  •     Muntah-muntah yang konsisten

Seseorang tidak selalu kehilangan kesadaran ketika mengalami gegar otak.

Efeknya bisa terlihat langsung, atau mungkin tidak akan muncul sampai berjam-jam atau bahkan berhari-hari kemudian.

Gegar otak dapat memiliki efek kesehatan jangka panjang yang serius dan memengaruhi pemikiran, sensasi, bahasa, atau emosi.

Cedera otak juga dapat menyebabkan epilepsi dan meningkatkan risiko untuk kondisi seperti penyakit Alzheimer, Parkinson, dan gangguan otak lain yang menjadi lebih umum dengan bertambahnya usia.

Kiper Persela, Choirul Huda diduga Meninggal Karena Hypoxia, Begini Penjelasannya!

Bagaimana cara mengatasi cedera kepala saat berolahraga?

Mendapatkan bantuan medis sesegera mungkin penting untuk setiap jenis cedera berpotensi sedang sampai berat.

Cedera yang tidak terdiagnosis dan tidak menerima perawatan yang tepat dapat menyebabkan cacat dan kerusakan jangka panjang.

Perlu diingat bahwa meskipun kematian dari cedera olahraga termasuk jarang, cedera otak adalah penyebab utama kematian yang berhubungan dengan olahraga.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Tags:
Choirul HudaLamonganJawa Timur
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved