Tak Hanya Korban, Bullying Berdampak Buruk pada Mereka yang Jadi Saksi
Di luar korban, ternyata mereka yang tidak terlibat secara langsung dan hanya menjadi saksi dari praktek bullying juga dapat berpotensi ikut merasakan
Editor: Tinwarotul Fatonah
Dari hal-hal yang perlu digali tersebut, fokus paling utamanya adalah lebih untuk menggali pengaruhnya pada kondisi psikologis mereka karena informasi itu akan dapat membantu orangtua, guru, atau ahli kesehatan mental untuk segera memberi penanganan yang sesuai agar kondisi mereka lekas membaik.
Akan Menikah dengan Emran, Laudya Cynthia Bella Dapat Peringatan dari Netizen
Para saksi bullying biasanya tidak selalu mau menceritakan apa yang mereka lihat secara terbuka.
Ada perasaan tidak nyaman yang mungkin membuat mereka enggan bercerita atau bisa jadi mereka kuatir akan dianggap sebagai ‘tukang ngadu’ jika yang mereka ceritakan sampai ke telinga kepala sekolah atau guru-guru di sekolah, apalagi jika praktek bullying yang mereka saksikan tersebut belum pernah terungkap selama ini.
Oleh karena itu, kembali ke poin sebelumnya, penting untuk berfokus pada kondisi psikologis mereka dan segera menanganinya terlebih dahulu, baru kemudian mulai mencoba menggali lebih jauh mengenai praktek bullying yang terjadi agar dapat ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.
Bullying adalah hal yang serius dan dapat berdampak pada banyak pihak, termasuk pada mereka yang sebetulnya tidak secara langsung menjadi korban.
Ini adalah salah satu alasan kuat yang membuat program anti-bullying yang efektif biasanya tidak hanya dibuat menyasar pelaku atau korban secara terpisah, tetapi dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan semua pihak yang terkait, termasuk memperhatikan mereka yang berpotensi menjadi saksi dan mereka yang telah menjadi saksi dalam jangka waktu lama. (Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/ilustrasi_20170807_215505.jpg)