Breaking News:

Fakta Perindo Banting Setir Dukung Jokowi, dari Presidential Threshold hingga Deal Politik

Jelang Pemilu 2019, peta konstelasi politik di Indonesia kian bergerak dinamis. Beberapa partai sudah terlihat merapat di kubu Joko Widodo.

Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Galih Pangestu Jati
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Mantan Sekjen Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Ahmad Rofiq dan Mantan Ketua Dewan Pakar DPP Partai Nasdem, Hary Tanoesoedibjo (kiri ke kanan) memberikan keterangan pers di Gedung HT Foundation, Jalan Diponegoro, Jakarta, Senin (21/1/2013). Mereka mengundurkan diri dari kepengurusan partai Nasdem karena berbeda pendapat dengan pendiri Partai Nasdem, Surya Paloh yang ingin menjadi ketua umum Partai Nasdem. 

Mengutip teori D Laswell, kata Pangi, politik selalu bicara apa, dapat apa, siapa, bagaimana dan di mana.

"Mungkin paling tidak sudah ada tim Jokowi yang menemui HT, ada deal ke arah itu. Karena memang MNC Group terlalu bising dan runcing runcing mengkritik pemerintah," kata Pangi.

"Tidak mungkin tidak ada deal-deal politik, apalagi HT menguasai media. Dugaan saya dukungan ke Jokowi berpotensi HT lolos atau selamat dari kasus hukum yang sedang menjeratnya," lanjut Direktur Eksekutif Voxpol Center ini. (TribunWow.com/Fachri Sakti Nugroho)

Sumber: TribunWow.com
Halaman 3/3
Tags:
Presiden Joko Widodo (Jokowi)Hary TanoesoedibjoPerindo
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved