Ditolak Masuk SMA Negeri Gara-gara Selembar Dokumen Ini, Anggita Curhat ke Menteri
Anggita mengeluhkan nasibnya kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Muhadjir Effendy MAP, lantaran gagal diterima di sekolah negeri.
Editor: Rimawan Prasetiyo
Saking Mirisnya Potret Pendidikan di Tanah Papua, Netizen Sampai Mention Jokowi dan Kemendikbud RI
"Pihak sekolah meminta surat domisili, setelah saya berikan surat domilisi juga mereka tolak," ujarnya.
Dia menyayangkan, karena anaknya yang lulusan SMP Negeri 1 Nunukan gagal masuk SMA negeri hanya karena persoalan kartu keluarga.
Padahal anaknya memiliki nilai 29,95 yang semestinya bisa diterima di SMA Negeri 1 Nunukan yang menerima nilai terendah 23,9 pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA tahun ajaran 2017-2018.
"Ini bukan nilai ujian yang dilihat, tetapi kartu keluarga," ujarnya.
Dari zonasi, Tika yang tinggal di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Nunukan memiliki peluang memasukkan anaknya di SMA Negeri 1 Nunukan maupun SMA Negeri 2 Nunukan.
"Saya masih berharap anak saya bisa diterima di SMA Negeri," ujarnya. (Tribun Kaltim/ Niko Ruru)
Berita ini sebelumnya telah dipublikasikan Tribunnews.com dengan judul: Gagal Masuk SMA Negeri di Nunukan, Anggita Telepon Mendikbud Muhadjir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/anggita-saat-berorasi-di-tugu-dwi-kora-kecamatan-nunukan_20170705_144757.jpg)