Breaking News:

Deretan Tokoh Kecaman Aksi Persekusi, Pemprov DKI Maju Selangkah Lakukan Hal Ini!

Menanggapi soal maraknya aksi persekusi, sejumlah tokoh kemudian memberikan tanggapannya.

Penulis: Dhika Intan Nurrofi Atmaja
Editor: Tinwarotul Fatonah
ISTIMEWA
Ilustrasi 

TRIBUNWOW.COM - Tindakan persekusi semakin marak di Indonesia belakangan ini.

Tindakan tersebut berwujud intimidasi, ancaman hingga kekerasan pada pihak atau orang yang terindikasi menodakan agama tertentu.

Kasus Dokter Fiera Lovita asal Solok, Sumatera Barat dan remaja 15 tahun berinisial PMA asal Cipinang, Jakarta Timur bisa jadi pembelajaran.

Marak Tindak Persekusi, Komisioner Komnas HAM Tegas Nyatakan Kecaman Ini

Fiera Lovita, seorang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Solok, Sumatera Barat, saat memberikan keterangan pers di kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/6/2017). Fiera menceritakan tindakan teror dan intimidasi oleh ormas tertentu yang menuduh Fiera menghina tokoh mereka melalui status di Facebooknya.
Fiera Lovita, seorang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Solok, Sumatera Barat, saat memberikan keterangan pers di kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/6/2017). Fiera menceritakan tindakan teror dan intimidasi oleh ormas tertentu yang menuduh Fiera menghina tokoh mereka melalui status di Facebooknya. (KOMPAS.com/Kristian Erdianto)

Lantaran tulisannya di media sosial yang diduga menghina ulama atau agama tertentu, mereka mendapat intimidasi hingga ancaman dari oknum salah satu ormas.

Tak cuma itu, Koalisi Anti Persekusi dalam rilisnya yang diterima TribunWow.com, Kamis (1/6/2017), menyatakan hingga saat ini ada 59 orang lain yang juga dilabeli sebagai penista agama.

Suasana persekusi remaja asal Cipinang di TKP
Suasana persekusi remaja asal Cipinang di TKP (FACEBOOK)

Lawan Persekusi, Djarot Siapkan Safe House dan Siap Pindahkan Fiera Lovita Ke Jakarta

Menanggapi hal ini, sejumlah tokoh kemudian memberikan tanggapan mereka.

Kebanyakan dari mereka mengecam aksi main hakim sendiri oleh pelaku persekusi pada korbannya ini.

Dihimpun TribunWow.com, berikut ulasannya:

1. Majelis Ulama Indonesia

Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak sepaham dengan tindak main hakim sendiri yang dilakukan organisasi masyarakat beberapa waktu belakangan.

Ditegaskan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Saadi, sebagaimana dikutip dari Tribunnews.com, aksi persekusi sama sekali tidak dibenarkan dalam hukum negara maupun agama.

"MUI berpendapat bahwa tindakan persekusi yang dilakukan dengan cara tidak manusiawi, menimbulkan penderitaan baik fisik maupun psikis terhadap orang lain. Adalah bertentangan dengan hukum dan tidak dibenarkan oleh agama," ujar Zainut Tahuid Sa'adi, dalam siaran persnya.

Kronologi Fiera Lovita Tulis Status Facebook Sindiran hingga Dipersekusi Sekelompok Orang!

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/4
Tags:
DKI JakartaMajelis Ulama Indonesia (MUI)Lukman Hakim SaifuddinMenteri Agama
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved