Ledakan di Kampung Melayu
Komandan Banser NU Ini Bongkar Jaringan Teror di Indonesia, Tokoh-Tokoh Ini Diduga Terlibat?
Komandan Densus 99 Banser Nahdlatul Ulama (NU) mengungkapkan jika peristiwa bom bunuh diri di Kampung melayu diduga merupakan aksi dari JAD.
Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Galih Pangestu Jati
TRIBUNWOW.COM - Komandan Densus 99 Banser Nahdlatul Ulama (NU), Nurruzaman mengungkapkan jika peristiwa bom bunuh diri di Kampung melayu diduga merupakan aksi dari Jamaah Ansoru Daulah (JAD).
Dari rilis yang diterima TribunWow.com, Kamis (25/5/2017), Nurruzaman menduga jika pelaku bom bunuh diri merupakan jaringan Cibiru.
Dari informasi yang diperoleh Densus 99 Banser NU, dua terduga pelaku teroris tersebut berasal dari Bandung.
Mereka diduga bernama Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam.
Tragedi Bom Kampung Melayu Skenario ISIS?
Ahmad Sukri adalah pemuda kelahiran Bandung, 10 November 1985, tinggal di Kampung Ciranji, RT 04/RW 05, Desa/Kelurahan Sinargali, Kecamatan Cipongkol.
Sementara itu, Ichwan Nurul Salam kelahiran Bandung, 28 Desember 1985.
Dia tinggal di Jalan Cibangkong No 103/120, RT2/RW 7, Kelurahan, Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.
“Dari analisis dan info yang kita peroleh, kedua terduga teroris tersebut merupakan jaringan JAD Bandung Barat. Kami deteksi adalah jaringan Kiki Muhamad Iqbal, Cibiru Bandung, pelaku bom Cibiru yang divonis 6 tahun pada 2011 dan dipenjara di Kembang Kuning, Nusakambangan,” terang Nurruzaman dalam keterangan tertulisnya kepada TribunWow.com.
Sempat Tak Percaya Jadi Korban Bom, Ini Alasan Keluarga Bawa Jenazah Briptu Anumerta ke Klaten
Ia menduga jika bom bunuh diri yang direncanakan matang ini terkait dengan instruksi dari ISIS Internasional.
“Bom ini terkait dengan instruksi dari ISIS internasional untuk melakukan serangkaian aksi terorisme di beberapa tempat baru-baru ini," jelas Nuruzzaman.
Lebih lanjut, menurut dugaannya, ada korelasi antara aksi bom bunuh diri di Irak, bom bunuh diri di konser penyanyi Ariana Grande, Manchester, Inggris, Senin (22/5), baku tembak dan pendudukan wilayah Marawi, Filipina, Selasa (23/5) dan aksi bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5) malam.
"Aksi ISIS di Marawi, Filipina, itu banyak didukung anggota Jamaah Ansoru Daulah (JAD) Indonesia," ungkapnya.
Kisah Sopir Kopaja Korban Bom Kampung Melayu: Ingin Tolong Polisi hingga Tak Sadarkan Diri di Jalan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/olisi-berjaga-dan-melakukan-olah-tkp_20170526_095702.jpg)