Pungut Sampah hingga Khataman Al Quran, 5 Cara Pekerja Peringati Hari Buruh Tanpa Demo
Massa dari kalangan pekerja turun ke jalanan untuk menyuarakan tuntutan mereka terkait kesejahteraan.
Penulis: Dhika Intan Nurrofi Atmaja
Editor: Maya Nirmala Tyas Lalita
"Alhamdulillah. Sudah lama tidak periksa kesehatan. Kami kartu BPJS juga belum ada," ujar Fahrudin, salah satu buruh, di Lapangan Tamansari Pangkal Pinang, Senin (1/5/2017).

4. Aksi pungut sampah
Buruh dari Serikat Pekerja Hero Supermarket Tbk melakukan aksi pungut sampah di tengah ramainya aksi massa yang dilakukan sejumlah serikat buruh.
Koordinator lapangan Ardi mengatakan, aksi dilakukan berawal saat aksi buruh tahun 2015 lalu.
Saat itu hampir seluruh media massa menyoroti banyaknya sampah yang berserakan usai aksi tersebut.
"Lalu di 2016 kami buat aksi yang beda, yang nyata. Kami ingin memperlihatkan kalau buruh itu enggak nyampah," ujar Ardi.

5. Khataman Al Quran
Sekitar lima ribu buruh di Bekasi dan sekitarnya mengikuti acara khataman Alquran.
Bukan di tanggal 1 Mei hari ini, acara tersebut dilaksanakan dua hari menjelang peringatan hari buruh.
Acara yang diawali dengan salat jumat tersebut digelar di Masjid Baitul Musthafa, Kawasan Industri Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 28 April 2017.
Program ini digagas oleh Kementerian Ketenagakerjaan bekerja sama dengan beberapa serikat buruh.
“Kerja itu penting, tapi lebih penting adalah mendapatkan berkah dari pekerjaan. Mengaji adalah bagian dari cara mencari berkah,” kata Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri dalam sambutannya sebelum pembacaan Alquran secara bersama-sama dimulai.

Pada kesempatan tersebut, hadir pula Inisiator Nusantara Mengaji yang juga mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar.
“Ketika kerja keras sudah total dilakukan, maka taka da jalan lain kecuali tawakal (pasrah) kepada Tuhan. Salah satunya melalui istighotsah, mujahadah, baca Alquran, untuk mengawal semua kerja lahir,” Ketua Umum DPP PKB itu. (Tribunwow.com/Dhika Intan)