Pungut Sampah hingga Khataman Al Quran, 5 Cara Pekerja Peringati Hari Buruh Tanpa Demo
Massa dari kalangan pekerja turun ke jalanan untuk menyuarakan tuntutan mereka terkait kesejahteraan.
Penulis: Dhika Intan Nurrofi Atmaja
Editor: Maya Nirmala Tyas Lalita
Tak cuma fashion show, dalam acara tersebut digelar pula donor darah, lomba administrasi LKS, dan acara puncak sarasehan buruh bersama bupati.
2. Gelar marching band dan joget bersama
Di Jakarta, buruh rupanya tak semuanya andil dalam unjuk rasa.
Beberapa pekerja juga memperingati hari ini dengan menggelar atraksi.
Pantauan Kompas.com di patung kuda Arjuna Wiwaha, dekat bundaran Bank Indonesia, ada barisan marching band dari salah satu serikat pekerja.
Selain itu, ada pula sekelompok perempuan yang mengenakan seragam warna merah muda tengah memainkan atraksi bendera.
Tak cukup sampai disitu, suasana riuh semakin terlihat kala sejumlah mobil komando lewat sambil membunyikan musik dangdut bervolume ekstra.
3. Pemeriksaan kesehatan gratis
Memperingati "May Day", buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kepulauan Bangka Belitung tidak menggelar unjuk rasa.
Mereka justru menghabiskan waktu dengan kegiatan positif yakni menggelar pemeriksaan kesehatan gratis.
Pemeriksaan gratis dilaksanakan Lapangan Tamansari, Pangkal Pinang.
Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan ini, serikat buruh menggandeng Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT).
Sementara fasilitas yang dilayani meliputi cek gula darah, pengukuran tensi dan konsultasi.
Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan buruh diisi dengan rapat terbuka yang mengangkat sejumlah persoalan.
Di antaranya soal upah dan jaminan hari tua.