Wacana Perlunya Resolusi Jihad Anti Korupsi Muncul saat Bedah Buku di GKI Sulung Surabaya
Terungkap saat acara refleksi Buku Jihad NU Melawan Korupsi bertema Agama dan Komitmen Anti Korupsi di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Sulung
Editor: Yudie
Antara lain penurunan kualitas hidup manusia, perusakan nilai kemanusiaan, kehancuran nilai demokrasi.
“Kemudian penurunan kualitas pelayanan publik, kesenjangan sosial juga meningkat, hilangnya kepercayaan investor, dan degradasi moral keagamaan,” cetus Aan.
Andreas Kristianto dari Oikmas GKI menyatakan, korupsi tidak hanya merugikan negara, tapi juga meruntuhkan nilai-nilai kemanusiaan.
“Sebab korupsi adalah tindakan mengingkari jalan kemuliaan Yesus di atas kayu salib. Melawan korupsi adalah melawan ketamakan dan keserakahan,” cetus Andreas.
Menurutnya, Indonesia belum menunjukkan kenaikan konsistensi dalam pemberantasan korupsi.
“Tahun 2016 berada di urutan 90 dari 168 negara yang diukur. Itu belum menandingi Malaysia, Singapura dan Thailand,” tandas Andreas.
Acara dihadiri anggota jemaat GKI Sulung, Oikmas GKI, Pustakalewi Surabaya, Kopri PMII, Jaringan Gusdurian Sidoarjo dan Jombang, serta PUSAKA Sidoarjo.
Di penghujung acara, peserta berdoa sebagai komitmen untuk menggelorakan semangat anti korupsi. (Sumber: TribunJatim.com)